Komnas Flu Burung, Bagaimana Komda??

November 29, 2007 at 8:13 am Tinggalkan komentar


Pertanyaan besar timbul, mengapa pemerintah merasa perlu membentuk komnas flu burung atau komisi nasional flu burung. Padahal kalau dilihat korban demam berdarah lebih besar dari flu burung. Mengapa?? Ada banyak sekali pertimbangan, tapi yang jelas pemerintah menganggap SANGAT PENTING penting flu burung atau avian influenza ini untuk segera diatasi dengan sungguh-sungguh. Karena sifatnya SANGAT PENTING, itu sebabnya pemerintah membentuk Komnas flu burung.


Pertimbangan inimestinya juga dilakukan di tiap daerah, sehingga menindaklanjuti dibentuknya komnas, maka daerah seyogyanya membentuk komda untuk mengkoordinasi dan mengimplementasi kebijakan atau rencana-rencana komnas dalam pemberatasan flu burung baik pada manusia maupun pada hewan. Dan karena sifatnya yang sangat penting, maka pemerintah daerah juga harusnya menganggap komda juga sangat penting untuk bisa membantu komnas dengan baik. Sehingga mestinya orang-orang yang duduk di dalam komisi daerah flu burung BUKAN orang-orang yang sangat sibuk. Ambil contoh wakil gubernur, sekretaris daerah, asisten, dll adalah orang-orang yang sangat sibuk dan mestinya tidak lagi disibukkan untuk mengurus komisi daerah.

Jadi sesuatu yang lumrah, bila kemudian komda yang dijabati orang-orang tersebut sama sekali tidak bekerja, bahkan diajak koordinasi saja susahnya minta ampun. Wong dihubungi saja tidak bisa. Jadi tidak usah heran bila flu burung yang harusnya dapat segera diatasi juga tidak segera teratasi (karena dipikirkan pun tidak).

Bahayanya adalah, flu burung ini mudah bermutasi (sebagaimana pada flu manusia) . Bedanya adalah bila menyerang manusia dapat menimbulkan kematian. Sementara ini penularan masih dianggap dari hewan (khususnya ayam) ke manusia. Namun, karena penyebabnya virus, maka dapat bermutasi dan memanfaatkan materi genetik pada host dalam hal ini manusia, sehingga punya potensi untuk terjadi penularan dari manusia ke manusia. Bila telah terjadi penularan dari manusia ke manusia, maka bisa dipastikan akan terjadi pandemi flu burung. Dari sekian banyak perhitungan, diperkirakan akan terjadi kematian penduduk Indonesia paling sedikit 1,5 juta jiwa, belum yang menderita, sakit butuh perawatan dan sebagainya. Bahkan adanya yang memperkirakan 20 juta jiwa menjadi korban.

Bukan, menakut-nakuti. Sekali lagi bukan. Tapi virus flu burung memang punya potensi demikian. Untuk itu, marilah semua unsur bekerja dengan serius. Dan tidak membentuk komisi tersebut untuk gagah-gagahan saja, dan sama sekali tidak bekerja seperti yang diharapkan.

Mestinya komisi daerah flu burung (bila ada, dan sebaiknya harus ada) dapat melakukan koordinasi dinas terkait (dinas peternakan atau campurannya dengan dinas kesehatan atau dinas-dinas yang lain), membuat rencana peraturan-peraturan (bersama pemerintah atau DPRD) yang diperlukan sehingga dapat memaksa semua orang untuk berpartisipasi aktif mengatasi flu burung, berpikir jauh ke depan memikirkan contigency plan bila terjadi pandemi, berkoordinasi dengan rumah sakit-rumah sakit dan lain-lain.

Jadi tolong kepada pihak-pihak yang berkompeten untuk kembali berpikir bahwa FLU BURUNG ini SERIUS. Sehingg harus ditangani dengan SERIUS. Bila perlu ganti anggota-anggota komisi daerah flu burung, sehingga dapat bekerja dengan baik.

About these ads

Entry filed under: penyakit, veteriner, zoonosis. Tags: , , .

Satire Dokter Hewan Keuntungan dan kerugian kebiri dini dalam jangka panjang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kategori

Blog Stats

  • 106,000 hits

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 26 pengikut lainnya.


%d bloggers like this: