Mengatasi hipotermia pada anak ruminansia kecil

Oktober 20, 2008

Kondisi lingkungan di dalam kandungan atau uterus sangat berbeda dengan lingkungan di luar uterus. Di dalam uterus janin (fetus) memperoleh segala yang diperlukan yang semua itu difasilitasi oleh induknya. Oksigen dan nutrisi tersedia cukup dari induk melalui pertukaran zat di plasenta. Suhu tubuh tentu saja sudah diatur sehingga suhu lingkungan janin optimal yang diperoleh dari induknya. Lingkungan pertumbuhannya steril dan terjaga dari segala sumber infeksi.

Kondisi tersebut sangat berbeda dengan lingkungan di luar uterus saat janin tersebut lahir dan keluar dari uterus. Oksigen dan nutrisi harus diperoleh sendiri melalui bernafas dan makan. Suhu tubuh harus dipertahankan tetap agar tidak kedinginan yang berasal dari proses metabolisme tubuhnya yang bahannya diperoleh dari makanan. Lingkungan di laur uterus sama sekali tidak steril dan temapt hidup berbagai makhluk termasuk organisme penyebab penyakit atau sumber infeksi.
Pada saat-saat pertama sejak kelahirannya, maka anak hewan harus berjuang agar bertahan hidup termasuk dalam upaya mempertahankan suhu tubuhnya. Untuk memperoleh panas tubuh, maka neonatus harus makan dan sumber energi dan nutrisi utama yang mudah digunakan adalah kolostrum yang juga telah disiapkan oleh induknya.
Bilamana karena suatu sebab anak rumiansia kecil ini mengalami masalah dengan lingkungan dan mengalami hipotermia. Ada beberapa tindakan yang harus segera dilakukan, bila tidak maka akan berakibat fatal.

Bila suhu tubuh neonatus 37-39 derajat celcius dapat diselimuti handuk kering, berikan kolostrum hangat 50 ml/kg . Pemberian kolostrum sebaiknya menggunakan botol agar mudah dilakukan. Neonatus juga perlu didekatkan dengan induknya.
Bila suhu tubuh neonatus kurang dari 37 derajat celcius dan umurnya belum 5 jam, maka sebaiknya selimuti dengan handuk kering dan ditempatkan di kotak yang hangat hingga suhunya lebih dari 37 derajat celcius. Kemudian berikan kolostrum hangat 50 ml/kg serta amati terus perkembangnnya.
Bila suhu tubuh neonatus lebih dari 37 derajat celcius namun umurnya lebih dari 5 jam dan disertai gejala head up. Hal tersebut menunjukkan neonatus juga dalam kondisi hipoglisemia. Berikan kolostrum hangat 50 ml/kg dengan stomach tube selanjutnya letakkan pada kotak penghangat hingga suhunya lebih dari 37 derajat celcius. Kemudian berikan kolstrum lagi dengan stomach tube dan amati terus perkembangannya.
Bila suhu neonatus sedangkan umurnya lebih dari 5 jam namun disertai gejala comatose dan convulsing atau kejang, maka segera berikan intraperitoneal (IP) glukosa 20% hangat dengan dosis 10 ml/kg. Neonatus, anak kambing atau domba yang besar (lebiah dari 4,5 kg) dapat diberikan 50 ml, yang berukuran sedang (3-4,5 kg) dapat diberikan 35 mldan anak yang kecil (kurang dari 3 kg) dapat diberikan 25 ml. Kemudian letakkan pada kotak penghangat hingga suhunya lebih dari 37 derajat celcius lalu berikan kolostrum melalui stomach tube sebanyak 50 ml/kg serta amati terus perkembangannya.

Kandang dibagi menjadi dua ruang secara horisontal. Bagian atas dapat diberikan alas agar cukup hangat saat neonatus rebah. Agar kandang cukup hangat dapat diberikan aliran udara panas dengan blower pada ruang bagian bawah kandang atau diberikan lampu penghangat. Agar panas tidak begitu menyebar bagian tepi ruang bawah dapat ditutup.

Entry Filed under: pediatrik, penyakit, ternak. Tag: , .

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kategori

Blogroll

dokter hewan

Meta

Tag

animal stress anjing diare disease disphagia dokter hewan dokter hewan praktek domba garut emergency foot and mouth disease gagal ginjal handling hewan kesayangan hipotermia idul fitri joke kebiri dini kucing kulit mata meat neonatus nutrition pediatrik veteriner pertolongan pertama politics Rabies rambut regurgitasi rodensia ruminansia sapi madura seizure small animal soal ujian kompetensi teknologi informasi ternak toksoplasma trematoda ayam uremia veterinary veteriner vitamin vomit zoonosis

Tulisan teratas

Komentar terakhir

triakoso di Pencocokan golongan darah pada…
Amalia Kuswardani di Pencocokan golongan darah pada…
isvan di Perlukah Fakultas Kedokteran H…
triakoso di Sumpah Dokter Hewan
triakoso di Golongan darah pada kucin…

Klik tertinggi

Blog Stats

Halaman

Arsip