Perlukah Fakultas Kedokteran Hewan Didirikan Lagi?

Desember 12, 2008 at 8:45 am 31 komentar


Ada yang mengatakan bahwa kita, Indonesia, masih sangat banyak membutuhkan tenaga dokter hewan. Dan Lima Fakultas Kedokteran Hewan yang ada di Indonesia ini masih tidak mampu mencukupi kebutuhan tenaga dokter hewan, bahkan hingga lima – sepuluh tahun ke depan. Menurut anda, apakah diperlukan lagi Fakultas Kedokteran Hewan di Indonesia? Anda bisa memberikan pilihan pada polling tentang itu. Barangkali jawaban anda serta komentar yang anda berikan dapat memberikan inspirasi bagi siapa saja yang berkompeten untuk itu.

About these ads

Entry filed under: veteriner. Tags: , .

Soal Ujian Kompetensi Penyakit Dalam Hewan Kesayangan Veterinarian and doctor

31 Komentar Add your own

  • 1. azzura  |  April 7, 2009 pukul 12:01 pm

    banyak tapi berkwlitas jng asal tambah n bkn d’new faculty but balance wth profesional lecturer!!! jadi profesi kitanantinya g’ di pndg sblh mata lg!!! oke
    viva veteriner

  • 2. triakoso  |  April 14, 2009 pukul 3:03 am

    Harusnya begitu. Tapi ternyata tidak/belum direspon dg baik. Saat ini sepertinya Jatim punya 3 FKH, Unair, UWK dan Unibraw. Sementara yg diharapkan di luar jawa tidak jalan. Yg di mataram jg dihentikan?? karena tidak sesuai prosedur.
    Jadi kita memang harus menambah orang (dokter hewan) dg menjaga kualitasnya untuk berkiprah di negeri ini. Viva veteriner!!

  • 3. calon mantri hewan ugm  |  Mei 9, 2009 pukul 2:11 pm

    saya dulunya sebelum tau dokter hewan ber asumsi apa sih dokter hewan…tapi setelah saya ketrima dan kuliah di FKH UGM skarang saya merasakan ternyata seorang dokter atau mantri hewan sangat di butuhkan di tengah masyarakat. alasannya adalah profesi dokter hewan tentu sangat beda dengan peternakan yang lebih konsen ke manajemen dan nutrisi rasum untuk hewan. sedangkan seorang dokter hewan di harapkan bisa mengontrol dan menjadi safety dari hewan ternak itu sendiri.

    jadi salah jika ada yang mengatakan bahwa dokter hewan tidak perlu… sekarang sebenarnya tinggal bagaimana pihak kampus memasyarakatkan FKH di tengah masyarakat seperti yg di lakukan FKH UGM dengan cara “FKH UGM go to School”.

    btw..anda lulusan mana dan sekarang kesibukannya apa?

    mari berkawan . mksh

  • 4. triakoso  |  Mei 11, 2009 pukul 2:33 am

    saya alumni Unair. memang dokter sangat diperlukan di masyarakat dan membawa tugas mulia. karena dokter hewan selain menjaga kesehatan hewan juga menjaga kesehatan manusia dan mensejahterakan kehidupan manusia melalui kesehatan hewan “manusya mriga satwa sewaka”. dan sayangnya profesi ini tidak dikenal baik dimasyarakat. salah satu upaya saya adalah membuat blog tentang profesi ini. mudah-mudahan semakin banyak informasi yg diketahui masyarakat dan masyarakat tahu peran fungsi kita.
    saat ini saya menjadi dosen di fakultas yg meluluskan saya. saya di departemen klinik khususnya di penyakit dalam veteriner. ajakan anda untuk berteman saya sambut baik. terima kasih komentarnya.

  • 5. monika  |  Juli 2, 2009 pukul 12:44 pm

    tapi masalah mulai muncul dikalangan masyarakat..banyak yang belum mengerti ttg dokter hewan,,
    masa’ gara2 tidak mengerti ttg FKH,,,Lulusan kedokteran hwn ga ditrima di PNS gara2 syarat cukupna harus lulusan S1 FAPET. Gile aje? padahal kan lbh tinggian DRh dunk?

    mohon di tanggapi

  • 6. ardhana  |  Juli 9, 2009 pukul 3:53 am

    saya punya saudara lulusan D3 FKH IPB, nah beberapa bulan sebelumnya berniat melanjutkan ke S1 UGM, tapi tiba2 FKH ugm sekarang tidal lagi menerima jalur swadaya. teman2 tahu gak dimana saudara saya bisa melanjutkan studinya?mohon kasih infonya ya!

  • 7. Araujo  |  Juli 10, 2009 pukul 2:07 am

    Memang sangat disayangkan bahwa trent sekarang ini Fkh didirikan malah di daerah jawa dan tidak memaksimalkan adanya universitas-universitas yang ada didaerah timur. Di jawa sudah cukup banyak Fkh yang berdiri seprti di UGM, UNAIR, IPB sekarang ditambah UNIBRAW dan UWK sedang yang berada dipertengahan hanya UNUD…Sedangkan di Aceh telah mati suri… Dilihat dari letaknya sangat disayangkan potensi SDM yang ada di daerah timur karena ketika hendak kuliah di FKH maka harus rela pergi dari daerahnya sedangkan notabene masyarakat didaerah timur mempunyai kendala pada biaya… Seyogya nya maka ketika hendak didirikan lagi harus memperhitungkan letaknya…Jangan lagi di jawa tapi didaerah timur…
    untuk itu maka saya menghimbau teman2 sekalian agar mau mensuport ketika ada salah satu universitas dari daerah timur yang hendak membentuk FKH… tolong dukungan moralnya dan teknis nya…

  • 8. nuna  |  Juli 28, 2009 pukul 12:59 pm

    semakin banyak FKH bisa jadi semakin baik karena semakin banyak kompetitor, sehingga kulaitas lulusan bisa dijaga…dan kalau emang diwilayah timur mau membentuk silakan saya juga sangat mendukung yang penting kualitasnya Boo…! bukan sekedar tukang suntik.

  • 9. Novi  |  Agustus 21, 2009 pukul 2:52 pm

    saya sepakat dengan rencana akan didirikannya FKH baru namun alangkah baiknya juga didukung dengan penataan kurikulum FKH yg baku yg sesuai dengan kebutuhan DRH saat ini dan kelak..bidang ilmu yg digeluti tentunya mencakup aspek yg sangat luas hendaknya juga di sesuaikan dengan kondisi yang ada dan ditunjang dengan perkembangan ilmu dan teknologi yang sekarang ini sedang berkembang..karena sangat di sayangkan jika lulusan DRH tidak memiliki kompetensi yang seharusnya dimiliki untuk menunjang profesinya.. saya sepakat dengan beberapa komentar mengenai pemenuhan kebutuhan tenaga medis veteriner/DRH selain di Pulau Jawa..fakta yang ada, adalah jarang sekali ditemukan DRH yg terbeban untuk mengabdi di daerah luar Pulau Jawa. Hal ini tentu berpengaruh terhadap pengenalan masyarakat terhadap profesi DRH..bukan salah masyarakatnya yg tidak mengenal apa yg di sebut sebagai DRH, bisa jadi DRH nya yg kurang tanggap terhadap sekirtarnya..bagaimana kita bisa dikenal jika kita sendiri tidak ingin mengenalkan profesi kita melalui pengabdian kita kepada masyarakat..dikenal bukan hanya lewat media, tapi ada manfaat yg bisa dirasakan oleh masyarakat itu sendiri…intinya semua juga kembali kepada individu masing-masing…

    semoga semangat kemerdekaan yang masih terasa usai memperingati HUT NKRI ke-64 menjadi pemantik semangat para profesional DRH dalam berkarya, mengabdi dan berkontribusi bagi NKRI tercinta juga bagi profesi yang mulia ini…

    HIDUP DOKTER HEWAN DI INDONESIA !!!

  • 10. arista  |  Agustus 25, 2009 pukul 3:53 am

    saya lulusan D3 FKH UGM, saya sangat bersedih sekali karena di UGM tidak ada lagi Swadaya padahal kami ingin sekali melanjutkan sampai jadi drh….ayo dong universitas lain buka jalur swadaya Kedokteran Hewan…!!!!jika ada tolong kabari saya yac….!!!!!!trim…….

  • 11. indra  |  September 4, 2009 pukul 1:37 am

    kan tau sndiri bnyak informasi tentang H5N1&H1N1,,,,,,,,,klo swadaya di tutup dan hanya mengandalkan reguler,sedangkan daerah2 sangat memerlukan peran dokter hewan lalu siapa yang tanggap dan mengerti akan hal itu?mohon dipertimbangkan ,dikarenakan SWADAYA lebih unggul dalam lapangan dibanding dngan reguler hnya dlm ruang lingkup intra saja…….’,lalu kenapa FKH UGM ditiadakan,apakah hanya brmasalah dng internasionalisasi/sistem blog yang sangat2 aneh,apakah ini yang dimaksud dngan KOMERSIALISASI/internasionalisasi?tapi tidak mampu bersaing dikancah tsb.seharusnya masalah SWADAYA hrus dipertimbangkan……,YA,KAMI MENOLAK KERAS KOMERSIALISASI KAMPUS

  • 12. phetha  |  September 22, 2009 pukul 10:18 am

    mas ato pak yang punya situs ne…
    q mau ikitan dunk!

    sekalian q mau curhat yh!!

    Q ni kn penyayang hewan yh!!
    nah,sejak q klas 1 SMA,q udah minat banget mau nerusin di jursan FKH.
    dari pihak orang tua Q sh,beliau setuju saja.
    ya sudah saya sudah mulai mantab.nah….,sekarang pas klas 3 SMA ini.saya banyak berkonsult sama sodara-sodara saya yang sudah du universitas.mereka bilang.minat saya itu nanggung.wah…..,saya jadi binggung yah!!
    pdahl saya minatnya sudah 95%.
    pak/mas punya solusi ga?
    lalu,lulusan dari FKH nantiX bisa mlanjutkan krja dimana saja?

    TOLONG DIBALAZ di Email saya yah!
    saya butuh sekali jawaban-jawaban itu

    Cwaphetha@rocketmail.com

  • 13. triakoso  |  September 24, 2009 pukul 3:42 am

    Assalamu’alaikum wr. wb.

    Phetha yang sedang bingung. Mudah-mudahan jawaban saya lebih dapat membuka wawasan anda tentang dokter hewan sehingga pilihan Phetha untuk menjadi seorang dokter hewan semakin mantap. Kalau Phetha mau sebetulnya kupasan tentang bagaimana dokter hewan sebetulnya juga banyak saya tuliskan di facebook di dalam group dokter hewan praktisi, itu kalau Phetha punya akun di facebook. Namun agar mudahnya saya akan memberikan gambaran singkat tentang dokter hewan di Indonesia.
    Untuk bisa menjadi dokter hewan maka Phetha harus menjadi mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan. Fakultas ini di Indonesia hanya ada 5 yaitu di Universitas Airlangga Surabaya, IPB Bogor, UGM Yogyakarta, Udayana Bali dan Syiah Kuala Banda Aceh. Sebetulnya juga ada beberapa FKH baru yaitu di Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, FKH Unibraw. Namun kalau nilai akademik Phetha bagus saya sangat menyarankan untuk masuk di Unair, UGM atau IPB. Hal ini karena ketiga fakultas di universitas tersebut terakreditasi A.
    Pelajaran yang diberikan sama seperti bidang kedokteran yaitu ilmu faal, biokimia, anatomi, patologi, patologi klinik, parasitologi, virologi, bakteriologi, mikologi, ilmu ternak, ilmu nutrisi, kebidanan, kemajiran, inseminasi buatan, ilmu pneyakit dalam, ilmu bedah, radiologi dan lain-lain. Semua itu dapat ditempuh dalam 8 semester untuk meraih gelar S1 (SKH, sarjana kedokteran hewan). Sedang pendidikan profesi ditempuh dalam satu tahun (dua semester berikutnya) untuk memperoleh gelar dokter hewan (Drh).
    Kebutuhan tenaga Dokter hewan dan bidang kerja dokter hewan sangat banyak. Bagi yang senang menjadi praktisi (dokter hewan praktek) bisa praktek hewan besar (ternak; sapi, kambing, domba) atau hewan kecil (hewan kesayangan; anjing, kucing). Praktek hewan besar bisa praktek mandiri ataupun menjadi dokter hewan KUD (biasanya sapi perah). Atau menjadi dokter di Taman Safari, Kebun Binatang atau kerja di bidang konservasi bagi yang senang dengan satwa liar.
    Bagi yang suka dengan unggas dapat menjadi peternak sendiri, atau kerja di breeding farm. Atau mungkin lebih senang bertindak dalam marketing, sebagai medical representatif pada perusahaan perunggasan atau obat-obatan yang berhubungan dengan unggas atau pakan ternak.
    Bagi yang senang dengan dengan kegiatan administratif dapat bekerja di Dinas Peternakan atau dinas terkait (Dinas Kesehatan, Kehutanan, dll) bagi yang menyukai dunia kemiliteran masih dapat bekerja sebagai dokter hewan di Kepolisian atau ABRI (biasanya dalam divisi satwa, baik anjing pelacak atau kuda/kavaleri).
    Bagi yang menyukai dunia penelitian dapat bekerja di lembaga-lembaga riset atau mungkin menjadi dosen.
    Apalagi saat ini telah diterbitkan UU baru yang menyatakan bahwa setiap daerah (Kabupaten harus mempunyai setidaknya seorang dokter hewan) dan masih banyak peran dokter hewan yang dibutuhkan di masyarakat. Yang jelas dokter hewan mempunyai tugas mulia, yaitu menjaga kesehatan manusia melaui kesehatan hewan, baik berkaitan dengan produk asal hewan yang menjadi konsumsi manusia ataupun berkaitan dengan penyakit-penyakit zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia.
    Saya sangat senang bila Phetha dapat menjadi sejawat saya kelak, menjadi dokter hewan. Saya saat ini menjadi staf pengajar di Departemen Klinik Veteriner Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga.

    Wassalam,

    Nusdianto Triakoso

  • 14. calon mantri hewan  |  September 25, 2009 pukul 4:23 am

    “saat ini telah diterbitkan UU baru yang menyatakan bahwa setiap daerah (Kabupaten harus mempunyai setidaknya seorang dokter hewan)”
    saya mau sedikit mengkritik info yang ada berikan mas..karena dalam dunia medik veteriner tidak hanya s1 kedokteran hewan yang dibutuhkan tapi juga d3 paramedik veteriner, untuk jelasnya silahkan lihat keputusan menteri pertanian berikut :

    Peraturan Menteri Pertanian no 64/Permentan/OT.140/9/2007
    pada BAB V tentang SUMBERDAYA MANUSIA DAN SARANA PUSKESWAN
    pada Pasa 11 di tegaskan dengan jelas :
    “sumberdaya manusia yang bertugas di puskeswan paling kurang terdiri atas :
    a. 1 (satu) orang dokter hewan;
    b. 2 (dua) orang paramedik veteriner;
    c. 4 (empat) orang teknis puskeswan yang terdiri dari asisten teknis reproduksi, petugas pemeriksa kebuntingan, inseminator dan vaksinato,
    d. 1 (satu) orang administrasi.

    mohon kedepan infonya lebih berdasar dan tidak hanya menonjolkan sisi Drh tapi juga paramedik veteriner. mksh sblmnya

  • 15. triakoso  |  September 28, 2009 pukul 2:56 am

    Informasi itu betul sekali pak calon mantri hewan. Baik permen 64 tahun 2007 atau UU Keswannak 18 tahun 2009 menyebutkan hal yang sama. Yang saya soroti adalah peran dan fungsi dokter hewan yang selama ini tidak terwadahi alias bidang pekerjaannya tidak ada dalam sistem kepegawaian (yang sering disebutkan justru sarjana peternakan). Memang dalam menjalankan tugas fungsinya seorang dokter hewan perlu didampingi oleh dua orang paramedis serta petugas yang lain. Itu juga yang sering saya dengungkan terutama di Fakultas saya dan daerah Jawa Timur, bahwa paramedis mempunyai peran sendiri dan tidak menggantikan posisi dokter hewan. Namun saat ini masih salah kaprah (karena kebutuhan tenaga) sehingga paramedis difungsikan menggantikan peran dokter hewan, yaitu mendiagnosis, mengobati, dll. Seharusnya paramedis veteriner mempunyai peran yang kurang lebih sama dengan paramedis manusia, asisten teknis reproduksi setara dengan peran bidan, dll.
    Terima kasih informasinya pak calon mantri hewan

  • 16. VD  |  Oktober 9, 2009 pukul 6:38 am

    Dokter Hewan bukan mantri hewan dan pula inseminator bukan pula Sarjana peternakan tetapi lebih dari itu Drh kepada manajemen reproduksi, klinik dan patologi, kesehatan masyarakat veteriner dan ilmu penyakit hewan. drh tidak hanya memikirkan individual hewan tetapi populasi atau satu kawasan. sehingga disiplin ilmu sarjana selama 4 tahun di tambah pendidikan profesi satu tahun mengerti secara komperhensif mengenai dunia peternakan, konservasi medicine veteriner, perikanan, kesehatan masyarakat, penelitian, klinik, dll. Drh mempunyai kekuatan good will yang tinggi terhadap dunia peternakan, jadi yang punya wewenang drh bila ada seluk-beluk peternakan (bukan spt). tugas drh tidak dapat diberi pada orang-orang yang bukan drh karena wewenangnya tidak main-main (krn disumpah) seperti masalah zoonosis dllnya. drh bukan hanya mengobati satu hewan saja atau beri obat (bukan mantri atau lainnya) tetapi menganalisa penyakit dari sumber hingga kejadian dan terapi juga treatmen dan pencegahan juga secara populasi dan wilayah. kita bangga akan keprofesian kita. maka, kita semangat akan bangkit membawa profesi yang mulia ini di Indonesia (kalau di dunia sudah sangat terpandang). viva veteriner indonesia. viva fkh IPB menunju akredtasi A ke internasional

  • 17. triakoso  |  Oktober 12, 2009 pukul 6:58 am

    @VD : betul sekali VD. Selamat bilamana FKH IPB yang sudah memperoleh akreditasi A menuju ke kancah internasional. Mestinya FKH yang lain segera menyusul….Viva Veteriner Indonesia

  • 18. isvan  |  November 30, 2009 pukul 9:46 am

    dulu waktu jalur ekstensi/swadaya/alih jalur masih dibuka kesempatan diploma-3 kesehatan hewan tuk mlanjutkan ke jenjang s1 masih besar. tapi sekarang universitas2 yang ada jalurnya dah tutup, beberapa lagi merencanakan penutupan. apa ini kebijakan yang tepat??

  • 19. novendra sitepu  |  Desember 23, 2009 pukul 3:38 am

    saya tamatan tahun 2005 fkh udayana,
    dulu ketika saya masuk fkh, terus terang saya sangat blank sekali, mau kerja apa nanti,
    karena notabene dokter hewan masih amat dianggap remeh oleh masyarakat kita,
    tetapi setelah tamat, dan saya merantau ke daerah pelosok, ternyata sektor2 peternakan (baik sapi, babi atupun unggas) sangat berkembang pesat.
    hal ini karena kebutuhan masyarakat akan produk protein hewani akan terus berlanjut,
    jadi sudah pasti tugas kita pula sebagai seorang dokter hewan untuk melaksanakan semboyan “manusya mriga satwa sewaka” itu,
    apalagi sekarang terus bermunculan kasus2 penyakit eksotik di negara kita,
    bisa kita lihat Bali yang dulunya free rabies,
    ternyata sekarang menjadi booming,
    jadi sekali lagi peran kita semua ada di balik ini semua.
    kalau bukan kita yang bergerak, siapa lagi ?
    ayo2 semua generasi muda, jangan ragu2 untuk menjadikan diri kalian menjadi seorang dokter hewan, jangan ragu2 masuk fkh.
    negara kita masih akan terus berkembang.
    jaya fkh, viva veteriner.

  • 20. deni  |  Mei 4, 2010 pukul 3:29 am

    btw ada yang jual sapi australia…….ini ada yang butuh buat pertenakan n penggemukan……
    jantan n betina harganya juga berapa………
    tlp: (031) 34191988

  • 21. laurensia  |  Juli 2, 2010 pukul 3:53 am

    sangat perlu. Apalagi ekstensi dijamin pasti banyak banget yang daftar…….

  • 22. Orang.jenius  |  September 7, 2010 pukul 4:24 pm

    MAJU TERUS VETERINER INDONESIA,VIVA VETERINER. .
    2 TAHUN LAGI DOKTER HEWAN AKAN MENJADI PROFESI TERPANDANG DAN BANYAK DIMINATI MASYARAKAT. . .

  • 23. luken  |  Desember 23, 2010 pukul 6:42 am

    perndiria fkh sangat diperlukan di Ind, karena dokter hewan bukan hanya menyangkut kesehatan hewan, melainkan juga untuk kesehatan manusianya. satu contih. virus flu burung menyerang manusia juga melalui hewan. jadi dokter hewan dapat mencegah menularan flu tersebut ke manusia. untuk itu sangat diperlukan dokter hewan yang berkompeten di indonesia, tapi jika dibuka fkh baru hrslah diseleksi secara ketat agar mutu dan lulusannya terjamin mutunya.

  • 24. chi arofah  |  Mei 30, 2011 pukul 7:50 am

    perlu lah krn banyak juga lulusan diploma3 kedokteran hewan yang kebingungan ekstensi dmn, disana sini ga buka jalur ekstensi

  • 25. ivo toeri  |  Juli 22, 2011 pukul 1:59 am

    dokter hewan masih sangat diperlukan
    karena seperti yang kiyta ketahui masih banyak hewan yang terkena penyakit dan virus
    jikalau dokter hewan tidak ada maka makin banyak binatang yang terkena virus,bakteri.
    hidup dokter hewan

  • 26. carolina  |  Juli 8, 2013 pukul 8:47 am

    menurut saya , FKH sangat diperlukan untuk di didirikan lagi .. tapi ya kembali lagi harus didirikan di wilayah yang belum ada FKH ya di wilayah timur itu misalnya :)

    saya sangat minat untuk masuk FKH , dan saya sudah mengikuti tes sbmptn ataupun mandiri UNAIR untuk jurusan FKH ..
    saya mohon doanya supaya saya dapat diterima di UNAIR dan mewujudkan cita2 saya untuk menjadi dokter hewan ..
    karena saya sadar , kebutuhan akan dokter hewan sekarang ini masih sangat banyak .. semoga kedepannya saya bisa menjadi dokter hewan yang bermanfaat :)

    salam kenal untuk admin ini , semoga saya dapat menjadi bagian dari FKH unair :)

  • 27. lailatul maghfiroh  |  Juni 11, 2014 pukul 6:58 pm

    salam..
    pak, saya sudah di trima di fkh unair..melalui snmptn undangan 2014.. kmrn saya baru verivikasi..

    saya sangat senang karena bisa di terima, karena insyaallah kedepannya ilmu yang saya peroleh akan menjadi wawasan baru bagi saya :)

    tapi saya agak sedih, karena keluarga saya meremehkan jurusan saya ini..
    tapii.. saya tidak akan menyerah.. saya akan buktikan.. bahwa FKH adalah hal terbaik yang sudah diberikan Allah untuk saya.
    semoga saya kelak bisa jadi orang yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar saya.. amiin :)

    untuk bapak, salam kenal pak :)

  • 28. Suratman  |  Juli 12, 2014 pukul 2:13 pm

    kenapa di jateng belum ada FKh ya ? saya kan tinggal di jateng pngin msuk FKh,tp hnya ada di luar pulau,jdi sulit peluangnya

  • 29. Arisna  |  Juli 17, 2014 pukul 2:54 pm

    Assalamualaikum…

    saya risna Pak, dari jogja. jadi, siang ini saya sedang membuka-buka web mengenai kedokteran hewan. karena jujur saja, saat ini saya sedang bimbang karena saya blm mendapatkan tempat kuliah, saya ingin sekali menjadi dokter hewan, dan saya sudah mendaftarkan snmptn 2014 di FKH UGM dan Allah belum memberikan jalannya untuk saya. begitu pula sbmptn, saya mendaftarkan ke jurusan FKH UGM dan hasilnya kmrn saya juga belum lolos. Besok adalah pengumuman UM-UGM dan saya juga mendaftarkan di FKH UGM. dan saya berharap sekali agar Allah memberikan jalannya untuk saya menjadi seorang dokter hewan yang berguna,yang mampu memberikan pengabdian saya untuk masyarakat..

    tetapi orang tua saya meminta agar saya kuliah di jogja saja, sedangkan FKH di jogja hanya ada di UGM, dan harapan saya cuma pengumuman besok ini. karena apabila saya mendaftarkan diri ke D3, sudah tidak dibuka lagi program lanjutan ke S1nya agar saya bisa lanjut ke S1 kemudian melanjutkan ppdh..

    skrg ini saya benar-benar terharu membaca komen-komen di postingan Bapak ini. saya ingin agar Fakultas Kedokteran Hewan didirikan lagi dan harus semakin jaya! Karena saya tidak ingin adik-adik angkatan dibawah saya merasakan perasaan yang sama seperti saya apabila ingin menjadi dokter hewan, agar peluang mereka terbuka lebar untuk mengabdi kepada masyarakat dibidang kesehatan hewan..

    menurut saya, tak hanya PTN yang harus mendirikan FKH lagi, tetapi PTS pun seharusnya mendirikan juga. karena keterbatasan dokter hewan di Indonesia saat ini sangatlah minim dengan kebutuhan dokter hewan yg masih banyak…

    Dan apabila jalan saya memang bukan menjadi dokter hewan saya tetap akan bangga terhadap para dokter hewan :) karena saya percaya bahwa Allah selalu memberikan jalan terbaik dan terpantas untuk setiap umatnya..

    hidup dokter hewan!

    wassalamualaikum..

  • 30. triakoso  |  Agustus 3, 2014 pukul 6:43 pm

    Terima kasih atas semua tanggapan atau komentar.
    Saat ini, pertahun 2014 telah ada beberapa Fakultas Kedokteran Hewan baru selain yang lima, FKH IPB Bogor, FKH UGM Yogyakarta, FKH Unair Surabaya, FKH Udayana Bali dan FKH Unsyiah Banda Aceh, yaitu FKH Unibraw Malang, FKH Unhas Makasar, FKH UNTB Mataram, FKH Undana Kupang dan FKH UWKS Surabaya yang merupakan satu-satunya FKH dari Universitas Swasta.
    Memang di area Sumatera masih hanya ada di Banda Aceh, di porpinsi lain belum ada. Di Jawa Tengah memang belum ada, namun yang dekat adalah di Yogyakarta. Di daerah Kalimantan juga tidak ada FKH, sedangkan Sulawesi hanya ada di Unhas Makasar. Semoga dengan didirikannya beberapa FKH Baru terutama di beberapa daerah luar Jawa akan membawa perkembangan kedokteran hewan dan meningkatnya aspek peternakan dan kesehatan hewan di Indonesia.

    Hidup Dokter Hewan
    Viva Veteriner

  • 31. wahyu  |  September 1, 2014 pukul 11:48 pm

    Anak saya skg ini masih duduk di kls lll smk farmasi,apakah bisa nantinya setelah lulus mendaftar ke kedokteran hewan ?!..trimksh byk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kategori

Blog Stats

  • 107,954 hits

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 26 pengikut lainnya.


%d bloggers like this: