Pencocokan golongan darah pada anjing

Oktober 19, 2009

Salah satu terapi darurat bilamana terjadi perdarahan hebat pada hewan kesayangan terutama anjing atau kucing adalah dengan melakukan transfusi darah. Namun sebelum melakukan transfusi darah pada hewan kesayangan sebaiknya melakukan pencocokan golongan darah terlebih dahulu, antara darah donor dan darah resipien. Dari beberapa literatur sebetulnya dimungkinkan transfusi darah dilakukan dengan tanpa melakukan pencocokan golongan darah. Pertimbangannya adalah pada transfusi pertama kali, dianggap darah resipien belum tersensitisasi oleh darah donor seandainya darah donor tidak cocok dengan darah resipien sehingga tidak terjadi hemolisis ataupun aglutinasi. Namun langkah yang paling baik adalah melakukan pencocokan golongan darah terlebih dahulu sebelum melakukan transfusi darah. Berikut ini adalah cara melakukan pencocokan golongan darah (blood crossmacthing).

  • Ambil 2 ml sampel darah yang telah diberi antikogulan ethylendiamnetetraacetic acid (EDTA) dari donor ataupun resipien.
  • Lakukan sentrifugasi sampel darah selama satu menit pada putaran 3000 g. Ambil plasma darah.
  • Buat suspensi sel darah merah (SDM) 2% dengan mencampur 0,1 ml SDM dan 5 ml 0,9% larutan saline. Campur suspensi.
  • Sentrifus suspensi tersebut selama satu menit. Buang supernatan. Suspensikan kembali pada 5 ml 0,9% larutan saline. Sentrifus kembali dan seterusnya. Ini adalah prosedur pencucian. Lakukan sebanyak tiga kali.
  • Letakkan dua tetes plasma resipien dan dua tetes SDM donor pada tabung. Ini adalah bagian utama dalam proses pencocokan golongan darah. Kemudian letakkan dua tetes SDM resipien dan dua tetes plasma donor pada tabung yang lain. Ini adalah bagian sekunder dari pencocokan golongan darah. Campur dengan baik dan inkubasikan pada suhu kamar selama 30 menit.
  • Sebagai kontrol gunakan SDM dan plasma donor dan resipien sendiri, setelah prosedur di atas dilakukan. Sentrifus selama satu menit pada putaran 300 g. Sehingga didapat empat tabung seluruhnya.

Membaca pencocokan golongan darah. Periksa adanya aglutinasi, periksa adanya hemolisis. Letakkan setets darah pada slide dan periksan di bawah mikroskop dengan pembesaran 40x untuk melihat adanya aglutinasi.

Entry Filed under: hewan kesayangan. Tag: , .

2 Comments Add your own

  • 1. Amalia Kuswardani  |  Desember 14, 2009 at 8:26 am

    Hi Dok,
    Mestinya saya kakak kelas anda, krn saya juga alumnus FKH Unair masuk th 84.
    Boleh tahu apakah tranfusi pada hewan kesayangan (anjing&kucing) sudah sering dilakukan di SBY?
    Saya sangat concern mengenai hal ini karena meskpun saya saat ini bukan praktisi tapi saya baru tahu kalau di RSH di jakarta tranfusi adalah hal yang sangat jarang dilakukan, informasinya beberapa kali dilakukan tapi tidak berhasil.Padahal yang saya tahu di luar negri,bahkan di Thailand hal ini sudah sangat biasa dilakukan.
    Apa ya dok kendalanya disini sehingga kita tertinggal jauh dari negara tetangga…
    PS(Saya punya hewan kesayangan yang mungkin one day juga akan memerlukan tranfusi)

    Salam,
    Amalia

  • 2. triakoso  |  Desember 15, 2009 at 4:39 am

    Hi juga dokter Amalia. Berarti anda angkatan Drh. Budianto, Drh. Yudha Satya Wardhana, Drh. Sunarno…ya. Maaf karena saya tidak mengenal seluruh angkatan 84 . Terima kasih sudah kontak dan kita ketemu dalam forum ini. Tranfusi pada hewan kesayangan, anjing-kucing di Surabaya juga belum dilakukan secara intens. Saat ini sebetulnya masih dalam tahap penelitian. Beberapa bimbingan saya tertarik untuk menekuni perihal golongan darah pada hewan kesayangan dan akhirnya membuat saat jg mempelajari lebih dalam, termasuk sedang menyiapkan buku tentang golongan dan transfusi pada hewan kesayangan. Banyak kendala yang dihadapi dalam transfusi darah pada hewan kesayangan. Pada anjing ada 13 golongan darah, namun yg umum ada 8 golongan darah. Pada kucing ada 3 yaitu A, B dan AB. Baik pada anjing atau kucing golongan darah ini tidak sama dengan gol darah manusia. Pada anjing yg perlu diwaspadai adalah gol darah DEA 1.1, DEA 1.2 serta DEA 7 sedangkan pada kucing adalah golongan darah B. Hal tersebut karena dapat bersifat imunogenik dan menyebabkan reaksi transfusi yg bersifat fatal. Oleh sebab itu sangat diperlukan untuk melakukan pemeriksaan golongan darah (blood typing) serta pencocokan golongan darah (blood cross matching) bila akan melakukan transfusi, agar darahnya cocok dan tidak terjadi reaksi transfusi yg bersifat fatal.
    Sayangnya teknik untuk melakukan blood typing (termasuk reagensianya) belum ada di Indonesia dan harus diimport. Tentu saja investasi ini tidak murah, apalagi bila tidak ada usernya. Belum lagi untuk transfusi diperlukan donor, diperlukan keahlian dalam mengkoleksi darah, skrining donor agar tidak terjadi penularan penyakit melalui darah, penyimpanan darah yg sudah dikoleksi dan keterbatasan daya simpan darah (maksimal 30-an hari dalam larutan dan antikoagulan yg sesuai). Semua itu membutuhkan investasi dan analisa ekonomis untuk bisa menyelenggarakan transfusi darah. Selain masih ada alternatif lain untuk memperbaiki kondisi akibat penyakit selain harus melakukan transfusi darah.
    Informasi tersebut banyak saya tuangkan dalam buku yang rencananya segera saya terbitkan. Mudah-mudahan bisa memahami lebih dalam tentang golongan darah pada hewan kesayangan termasuk kaitannya dengan breeding pada anjing atau kucing. Beli bukunya ya….

    Salam
    Nusdianto Triakoso

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kategori

Blogroll

dokter hewan

Meta

Tag

animal stress anjing diare disease disphagia dokter hewan dokter hewan praktek domba garut emergency foot and mouth disease gagal ginjal handling hewan kesayangan hipotermia idul fitri joke kebiri dini kucing kulit mata meat neonatus nutrition pediatrik veteriner pertolongan pertama politics Rabies rambut regurgitasi rodensia ruminansia sapi madura seizure small animal soal ujian kompetensi teknologi informasi ternak toksoplasma trematoda ayam uremia veterinary veteriner vitamin vomit zoonosis

Tulisan teratas

Komentar terakhir

novendra sitepu di Perlukah Fakultas Kedokteran H…
Radyoloji Teknikerle… di Pentingnya posisi rontgen yang…
triakoso di Pencocokan golongan darah pada…
Amalia Kuswardani di Pencocokan golongan darah pada…
isvan di Perlukah Fakultas Kedokteran H…

Klik tertinggi

Blog Stats

Halaman

Arsip