Posts filed under ‘hewan coba’
Shock Anafilaksis Kelinci Akibat Ivermectin
Kejadian ini sebetulnya telah terjadi dalam beberapa minggu yang lalu. Dan saya ingin berbagi dengan segenap sejawat dokter hewan dan pemilik hewan kesayangan. Berawal dari pemilik kelinci yang membawa hewan kesayangannya tersebut ke RSHP untuk kontrol scabiosis dua minggu sebelumnya. Berdasarkan hasil periksa masih ditemukan lesi scabiosis sehingga saya merasa perlu memberikan terapi ulang. Terapi saya pilih menggunakan ivermectin produk Merial, sama seperti terapi sebelumnya. Dosis yang saya gunakan juga dosis yang disarankan. Setelah diinjeksi dengan ivermectin juga tidak ada gejala yang janggal/abnormal. Kelinci masuk kembali ke kandangnya bawaannya dan pulang bersama pemilik. Namun tidak lama, kira-kira setengah jam kemudian pemilik kembali ke rumah sakit dengan membawa kelinci serta mengabarkan bahwa kelincinya MATI. (lagi…)
Hewan Penelitian : Anjing
Hewan penelitian biasanya diidentikan dengan kelinci, sehingga muncul istilah kelinci percobaan. Namun sebetulnya banyak sekali hewan penelitian yang dapat digunakan. Pemilihan hewan percobaan sangat bergantung pada tujuan dan perlakuan yang diberikan selama penelitian. Di antara banyak hewan penelitian yang dapat digunakan, salah satunya adalah anjing.
Bagi para peneliti yang ingin menggunakan anjing sebagai hewan penelitian atau hewan coba silahkan berselancar di situs berikut : Laboratory Animal Management : Dogs. Di stus ini banyak dijelaskan pemilihan, perkembangbiakan, pemeliharaan dan aspek pemilihan hewan sebagai hewan model penyakit, kesehatan serta perikehewanan (animal welfare) saat menggunakannya sebagai hewan coba. Ada 130 halaman ditambah lain-lain (lampiran dan indeks) lebih dari 150 halaman. Isinya introduction, criteria for selecting experimental animal, husbandry, management of breeding colonies, veterinary care, special considerations.
Penggunaan reptil dalam penelitian
Bagi para peneliti yang menggunakan reptil sebagai hewan coba dalam penelitiannya, ada baiknya menyimak tulisan berikut agar bisa memperlakukan reptil yang menjadi hewan cobanya sebijak mungkin dan berdasarkan kaidah-kaidah yang berlaku dalam memperlakukan hewan coba reptil pada penelitian.
Silahkan klik disini
Euthanasia
Ada banyak alasan untuk melakukan euthanasia. Dalam dunia kedokteran hewan ada beberapa prosedur untuk melakukan euthanasia. Namun seperti apa dan bagaimana melakukan euthanasia yang welfare, mungkin anda perlu membaca panduan berikut. Buku ini sangat diperlukan bagi siapa saja yang berkecimpungan dengan hewan, terutama hewan coba seperti dokter hewan, mahasiswa kedokteran hewan, peneliti dan lain-lain.
Silahkan klik Euthanasia. Naskah ini adalah naskah resmi yg dikeluarkan American Veterinary Medical Association.
Animal Stress
Bukan hanya manusia saja yang bisa mengalami stress. Hewan juga dapat mengalami stress. Lalu bagaimana hewan mengalami stress, apa saja dampaknya terhadap kesehatannya. Buku ini menarik untuk disimak dan dikaji bagi siapa saja terutama siapa saja yang berkecimpung dengan hewan, dokter hewan, mahasiswa kedokteran hewan, penyayang binatang, perawat hewan bahkan peneliti yang menggunakan hewan. Apalagi saat ini dimana-mana sudah mulai sadar dengan perikehewanan atau animal welfare.
Jadi simak lebih jauh pada buku berikut The Biology of Animal Stress – Basic Principles and Implications on Animal Welfare. Buku ini dipublikasikan oleh CABI dengan editor GP Moberg dan JA Mench
Cara memegang hewan pengerat kesayangan
Di Amerika atau Eropa telah jamak, rodensia atau pengerat dipelihara dan menjadi hewan kesayang
an. Pemeliharanya tidak hanya anak-anak namun juga orang dewasa. Bagaimana di Indonesia? Meski tidak seperti di Amerika, sepertinya mulai banyak juga orang yang memelihara rodensia. Mungkin bila mendengar kata rodensia, maka benak kita akan membayang tikus. Meskipun ada juga yang memelihara tikus namun banyak juga rodensia lain yang lebih menarik untuk dipelihara seperti Gerbil, Chincilla, Marmut dan tentu saja yang populer di Indonesia adalah Hamster.
Komentar terakhir