Posts filed under 'hewan kesayangan'

Pemeriksaan Darah pada Kasus Distensi Abdomen

Ada beberapa diferensial diagnosis dengan gejala distensi abdomen pada anjing dan kucing. Untuk membedakan satu dengan yang lain maka diperlukan suatu pemeriksaan pendukung. Salah satu pemeriksaan pendukung yang murah dan efektif untuk membantu menegakkan diagnosis tersebut adalah pemeriksaan darah. Berikut ini adalah pemeriksaan darah yang diperlukan untuk mengetahui perbedaan yang diperlukan berkaitan dengan gejala distensi abdomen pada anjing dan kucing.
(more…)

Add comment October 27, 2009

Pencocokan golongan darah pada anjing

Salah satu terapi darurat bilamana terjadi perdarahan hebat pada hewan kesayangan terutama anjing atau kucing adalah dengan melakukan transfusi darah. Namun sebelum melakukan transfusi darah pada hewan kesayangan sebaiknya melakukan pencocokan golongan darah terlebih dahulu, antara darah donor dan darah resipien. Dari beberapa literatur sebetulnya dimungkinkan transfusi darah dilakukan dengan tanpa melakukan pencocokan golongan darah. Pertimbangannya adalah pada transfusi pertama kali, dianggap darah resipien belum tersensitisasi oleh darah donor seandainya darah donor tidak cocok dengan darah resipien sehingga tidak terjadi hemolisis ataupun aglutinasi. Namun langkah yang paling baik adalah melakukan pencocokan golongan darah terlebih dahulu sebelum melakukan transfusi darah. Berikut ini adalah cara melakukan pencocokan golongan darah (blood crossmacthing).
(more…)

Add comment October 19, 2009

Kekebalan pada neonatus

Begitu lahir, anak anjing atau anak kucing akan berhadapan dengan lingkungan yang tidak lagi steril sebagaimana selama ini mereka hidup yaitu di dalam uterus. Adanya bakteri di dalam saluran pencernaan dan organ-organ lain sudah mulai terjadi dalam waktu 24 jam setelah lahir. Anak anjing atau kucing selanjutnya akan terpapar oleh bakteri, terutama bakteri yang ada sebagai “mikroflora alami”. Secara klinis, mikroflora alami ataupun bakteri yang lain dapat menyebabkan infeksi dan mengancam kelangsungan hidup neonatus.
(more…)

Add comment October 9, 2009

Membandingkan umur anjing dengan umur manusia

Beberapa waktu yang lalu kita telah mengetahui perbandingan umur kucing dengan umur manusia. Bagaiamana dengan umur anjing? Pada prinsipnya sama bilamana membandingkan umur anjing atau umur kucing dengan umur manusia. Namun tidak cukup mudah untuk membandingkan umur anjing dengan umur manusia. Anjing mempunyai cukup banyak bangsa dan kriteria yang digolongkan dalam ukuran tubuhnya atau berat badannya, yang mana juga berkaitan dengan harapan hidup anjing tersebut.
Berikut ini adalah gambar yang memudahkan dalam upaya membandingkan umur anjing dengan umur manusia.
umur-anjing
Sebagai contoh, hingga umur 2 tahun pada ketiga jenis anjing tersebut (mini atau toy, sedang dan besar) setara dengan umur 24 tahun pada manusia. Namun berikutnya, umur 4 tahun pada anjing kecil setara dengan umur 34 pada manusia, bilamana anjing tersebut termasuk golongan sedang maka setara dengan umur 36 tahun pada manusia dan bila anjing tergolong besar maka setara dengan umur 38 tahun pada manusia.
Mudah-mudahan tulisan ini membantu menjawab pertanyaan bagi pemilik hewan tentang berapa umur anjing kesayangannya bila dibandingkan dengan manusia.

Add comment September 19, 2009

Rabies di Madura, Mungkinkah?

Beberapa saat yang lalu kita sempat dikejutkan dengan berita bahwa Bali terjangkit Rabies. Rabies adalah penyakit yang disebabkan virus yang dapat menyebabkan kelumpuhan dan kematian. Rabies seringkali diidentikkan dengan anjing, sehingga muncul istilah anjing gila. Padahal virus rabies dapat menyerang hewan apa saja yang “berdarah panas” termasuk manusia. Berita terakhir menyebutkan bahwa kejadian Rabies sudah meluas hingga ke Tabanan dan Gianyar yang sebelumnya hanya terjadi di Badung dan Denpasar.

Namun saya sendiri sebetulnya tidak begitu terkejut bilamana Bali terjangkit Rabies. Halmana menurut saya akibat Jawa “belum” bebas Rabies. Sebetulnya saya pernah berdiskusi (saat menempuh studi, sekitar tahun 2002) dengan pengambil kebijakan yang pernah menyatakan bahwa suatu daerah dinyatakan bebas bilamana tidak ada laporan kasus selama periode waktu tertentu. Saat itu saya keberatan bilamana Jawa dinyatakan bebas Rabies. Mengapa? Karena ada beberapa daerah di pulau Jawa yang belum dinyatakan bebas Rabies, meskipun telah beberapa lama tidak dilaporkan adanya kasus Rabies.

Pulau Madura sejak zaman penjajahan kolonial Belanda dinyatakan sebagai daerah bebas rabies. Hal ini didasarkan pada Hondsdolhed Ordonantie (staatblad 1926, No. 451 yunto Stbl 1926 No. 452) yang menyatakan bahwa beberapa wilayah karesidenan dan pulau di Hindia Belanda (Indonesia) pada masa itu bebas rabies. Termasuk di antaranya wilayah pulau Madura.

(more…)

Add comment September 16, 2009

Undang-undang Kesehatan Hewan dan Peternakan 2009

Sudah beberapa lama undang-undang baru yang berkaitan dengan aktifitas dokter hewan di tanah air disahkan. Namun bagaimana sebetulnya isi undang-undang tersebut tentang segala aktifitas yang berkaitan dengan kesehatan hewan dan peternakan di Indonesia, mungkin belum banyak yang mengetahui. Berikut ini file undang-undang tersebut bila para pembaca berkehendak untuk melihat dan mempelajari isi undang-undang kesehatan hewan dan peternakan. Seharusnya yang mempelajari isi UU tersebut bukan hanya para dokter hewan saja, namun juga pelaku bisnis di dunia peternakan, peternak, pedagang yang berhubungan dengan produk-produk ternak, pengambil kebijakan (pemerintah pusat, daerah) dan siapa saja yang punya perhatian terhadap kesehatan hewan dan peternakan di Indonesia.

Silahkan klik link berikut untuk memperoleh file UU 18/2009 Kesehatan Hewan dan Peternakan

Add comment September 15, 2009

Kelinci juga butuh minum

Beberapa bulan terakhir banyak saya temukan kasus kelinci kecil sekitar umur satu bulan, baru dibeli dan beberapa hari kemudian sakit. Kelinci sering datang dalam kondisi lemas, lethargi, suhunya rendah.Pada palpasi ditemukan adanya masa keras di daerah abdomen. Kelinci dalam kondisi dehidrasi karena turgor kulitnya jelek, cuping hidung kering, serta selaput mukosa pucat. Bila lebih dari satu kelinci yang dipelihara diperoleh informasi, beberapa kelinci yang lain sudah mati di rumah. Seringkali pasien-pasien ini tidak tertolong.
(more…)

1 comment November 10, 2008

Previous Posts


Kategori

Blogroll

dokter hewan

Meta

Tags

animal stress anjing diare digesti disease disphagia dokter hewan dokter hewan praktek domba garut emergency foot and mouth disease gagal ginjal handling hewan kesayangan hipotermia idul fitri joke kebiri dini kucing kulit mata meat neonatus nutrition pediatrik veteriner pertolongan pertama politics rambut regurgitasi rodensia ruminansia sapi madura seizure small animal soal ujian kompetensi teknologi informasi ternak toksoplasma trematoda ayam uremia veterinary veteriner vitamin vomit zoonosis

Tulisan teratas

Komentar terakhir

Sigit Prayogo KH'06 on Perbedaan regurgitasi dan vomi…
triakoso on Perlukah Fakultas Kedokteran H…
triakoso on Perbedaan regurgitasi dan vomi…
Sigit Prayogo KH'06 on Perbedaan regurgitasi dan vomi…
VD on Perlukah Fakultas Kedokteran H…

Klik tertinggi

Blog Stats

Pages

Archives