Enterokokosis, bom waktu pada hewan kesayangan


enterococcus stefano teriarotti

Enterococcus sp. (Stefano Teriarotti)

Hewan kesayangan, anjing atau kucing merupakan hewan yang paling dekat dengan manusia. Interaksi keduanya bisa sangat intens, dengan memegang, mengelus, memeluk bahkan mencium. Terkait dengan hal tersebut ada yang perlu diwaspadai oleh pecinta hewan kesayangan, karena selain menjadi penyejuk hati, hewan kesayangan juga berpotensi menularkan dan menjadi sumber penularan penyakit pada manusia khususnya pemilik atau pecinta hewan kesayangan. Penyakit yang dapat ditularkan dari hewan kepada manusia disebut sebagai penyakit zoonosis. Penyakit zoonosis yang sangat dikenal pada anjing atau kucing adalah rabies dan toksoplasmosis. Namun selain kedua penyakit tersebut ada juga penyakit zoonosis lain yang juga serius namun belum mendapat perhatian dengan baik, yang bisa menjadi bom waktu bila tidak ditangani dengan baik dan dicegah sejak dini, yaitu enterokokosis.

(lebih…)

Juni 16, 2016 at 11:04 pm 2 komentar

Toksokariasis, serangan tersembunyi dari hewan kesayangan


Banyak penyakit zoonosis pada hewan kesayangan yang tidak mendapat perhatian dengan seharusnya. Momok yang paling menakutkan dari hewan kesayangan, dalam benak pemilik atau orang secara umum adalah rabies dan toksoplasma. Namun pernahkah berpikir bahwa ada serangan yang lebih intens dari hewan kesayangan yang tidak kita perhatian dengan baik, salah satunya adalah toksokariasis. (lebih…)

Juni 4, 2016 at 9:20 pm Tinggalkan komentar

Harambe


Harambe

Harambe

H a r a m b e

H  a  r  a  m  b  e

Mei 31, 2016 at 7:57 pm Tinggalkan komentar

Ringworm, Penyakit Zoonosis Anjing Kucing Yang Dipandang Sebelah Mata


Penyakit zoonosis adalah penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia atau sebaliknya, dari manusia ke hewan. Kita mungkin sudah sangat mengenal beberapa penyakit zoonosis. Rabies dan toksoplasma saya yakin menduduki peringkat tertinggi dalam benak kita bila terkait dengan penyakit zoonosis yang ditularkan dari hewan kesayangan, anjing dan kucing.

Bisa jadi benar bila kedua penyakit tersebut sangat kuat dalam ingatan masyarakat, karena bersifat fatal atau berdampak pada kecacatan serta banyak diulas dalam berbagai media informasi.  Namun sebetulnya, ada banyak penyakit zoonosis lain yang lebih mudah dan sangat sering menyerang manusia, salah satunya adalah ringworm. Orang lebih takut terhadap rabies dan toksoplasma, namun sebetulnya lebih berisiko tertular ringworm.Bisa jadi, orang sama sekali tidak menyangka bahwa ringworm dapat menular pada manusia. (lebih…)

Mei 30, 2016 at 9:29 pm Tinggalkan komentar

Kebiri Dini Terbukti Meningkatkan Risiko Gangguan Sendi Pada Anjing Herder


Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa kebiri dini, baik kastrasi pada hewan jantan atau sterilisasi pada hewan betina meningkatkan kualitas kesehatan terkait dengan beberapa hal, yaitu menurunkan risiko kanker testis (<1%), gangguan prostat selain kanker, fistula perianal dan menurunkan risiko diabetes. Keputusan melakukan kebiri dini sudah biasa dilakukan di Amerika, yaitu dilakukan pada hewan umur 6 bulan. Namun tindakan ini tidak dilakukan di Eropa, baik oleh pemilik, pelatih hewan maupun dokter hewan.

Dalam beberapa dekade terakhir banyak penelitian yang menunjukkan bahwa kebiri dapat menigkatkan risiko penyakit pada beberapa bangsa anjing. Pada tahun 2014 penderita persendian, satu atau beberapa sendi -terutama CCL (cranial cruciate ligament)-meningkat 4 kali lipat pada anjing Golden retriever yang dikebiri sebelum berumur 1 tahun. Pada penelitian yang sama yang dilakukan tahun 2014 oleh Hart dkk, Labrador retriever juga meningkat duakali lipat pada anjing yang dikebiri sebelum umur 1 tahun. Benjamin Hart adalah profesor emeritus di Fakultas Kedokteran Hewan UC Davis.

Penelitian terbaru oleh Hart pada anjing Herder dengan memeriksa catatan medis dalam kurun waktu 14,5 tahun pada 1.170 pasien. Sebanyak 7% anjing jantan didiagnosis mengalami gangguan persendian satu atau lebih pada anjing yang tidak dikebiri, dan 21% anjing yang dikebiri dini menderita gangguan persendian. Sedangkan anjing betina yang tidak dikebiri dini 5 persen didiagnosis satu atau lebih gangguan sendi, sedangkan yang betina dikebiri dini sebanyak 16% menderita gangguan sendi.

Selain masalah persendian, kebiri dini juga diketahui meningkatkan risiko inkontinensia urine. Tidak ada seekorpun anjing jantan yang didiagnosis inkontinensia urine pada anjing yang tidak dikebiri dini, namun sebanyak 7% anjing jantan yang dikebiri dini  didiagnosis menderota inkontinensia urine.

Namun kebiri dini dapat menurunkan risiko penyakit kanker. Pada penelitian ini penderita kanker mammae didiagnosis 4% pada betina yang tidak dikebiri dan kurang dari 1% pada anjing yang dikebiri dini. Setelah diteliti lagi 8 tahun selanjutnya juga tidak terjadi penigkatan penderita kanker pada anjing yang dikebiri dini.

Temuan ini sangat penting untuk menentukan waktu yang tepat bila ingin melakukan kebiri, kastrasi pada hewan jantang atau sterilisasi pada hewan betina agar tidak menimbulkan kondisi atau risiko penyakit di kemudian hari.

Mei 27, 2016 at 1:31 pm Tinggalkan komentar

Pakan Kering Menyebabkan Kristaluria Pada Kucing


Kristaluria adalah kristal yang ditemukan pada pemeriksaan urine. Berbeda dengan urolith atau batu perkemihan, kristaluria masih belum kasat mata dan hanya bisa dilihat di bawah mikroskop. Penelitian-penelitian yang pernah dilakukan menunjukkan bahwa semua pakan kering yang diberikan pada kucing menyebabkan kristaluria. Strugess dkk (2001) menyatakan bahwa lebih dari  92% kucing yang diberikan pakan kering mengalami kristaluria, sedangkan kucing yang diberi pakan basah (wet food) sama sekali tidak ditemukan adanya kristaluria. Penelitian yang lebih lama, Tarttelin (1988) meneliti berbagai pakan kucing kering komersial menunjukkan bahwa lebih dari 71% kucing mengalami kristaluria.

(lebih…)

Mei 25, 2016 at 7:10 am Tinggalkan komentar

Pakan Kucing Beraroma Ikan Menyebabkan Hipertiroid


kucing makanDalam beberapa dekade, kucing penderita hipertiroid meningkat pesat. Banfiled (2014) menyatakan bahwa 1 dari 70 ekor kucing di Amerika menderita hipertiroid . Telah lama para ahli mencoba menemukan penyebab hipertiroid pada kucing. Beberapa hasil penelitian menduga bahwa hipertiroid pada kucing disebabkan oleh polutan seperti polychlorinated biphenyls (PCBs) and polybrominated diphenyl ethers (PBDEs).

Namun peneliti dari Jepang, Mizukawa dan kawan-kawan menemukan hasil yang mengejutkan . Hasil riset ini telah dipublikasi pada tanggal 2 Desember 2015 dalam jurnal ilmiah the American Chemistry Society’s Environmental Science & Technology.  Berdasarkan riset yang mereka lakukan, disimpulkan bahwa penyebab hipertiroid berasal dari pakan kucing dan bukan merupakan cemaran dari polutan lingkungan (PCB atau PBDE). Para peneliti juga mensimulasikan bagaimana kucing memetabolisme bahan-bahan PCB atau PBDE tersebut. Penelitian ini sangat meyakinkan menunjukkan bahwa by product yang terdeteksi dalam darah kucing yang diteliti berasal dari kucing yang memakan pakan kucing beraroma ikan (fish-flavoured) dan bukan hasil paparan polutan PCB atau PBDE.

 

 

Mei 23, 2016 at 6:45 pm Tinggalkan komentar

Pos-pos Lebih Lama


Kategori

Blog Stats

  • 213,259 hits

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 40 pengikut lainnya


%d blogger menyukai ini: