Dokter Hewan Dilarang ng-IB ??

Oktober 8, 2007 at 2:01 am 1 komentar


Seorang mahasiswa setelah dilantik dan disumpah menjadi dokter hewan, diartikan bahwa dokter hewan tersebut telah lulus dan memiliki kompetensi sebagai dokter hewan dengan segala kewenangannya (otoritas veteriner). Salah satu kompetensi yang dibawa seorang dokter hewan adalah kemampuan untuk melakukan inseminasi buatan (IB) pada ternak, khususnya sapi.

Seseorang yang bukan berstatus dokter hewan, karena tidak mempunyai kewenangan dokter hewan (otoritas veteriner) dan ingin melakukan/diberi sebagian kewenangan dokter hewan, maka diharuskan mengambil studi/kursus singkat yang dengan sertifikat yang dibawanya maka orang tersebut berhak membawa sebagian kewenangan dokter hewan.

Singkat kata, seorang inseminator inseminasi buatan harus mengambil studi/kursus untuk memenuhi kompetensi dan lulus untuk melaksanakan sebagian kewenangan seorang dokter hewan. Tentu saja, bila seorang dokter hewan akan melakukan inseminasi buatan tidak perlu harus kursus, karena sudah memiliki kewenangan yang melekat pada gelar yang disandangnya. Analoginya adalah seorang dokter puskesmas, tentu tidak perlu lagi mengambil kursus bidan untuk melakukan penanganan proses kelahiran. Hal itu karena kompetensi yang sudah dicapai dan kewenangan yang melekat pada gelar profesi yang disandangnya.

Ada beberapa daerah yang melarang seorang dokter hewan berpraktek melakukan inseminasi buatan bila tidak mempunyai sertifikat IB, yang mana sertifikat itu dikeluarkan oleh instansi yang bersangkutan. Seakan-akan petugas inseminator yang notabene lulusan SNAKMA, SMA, STM atau yang lain dan kursus dalam beberapa bulan lebih berkompeten dibanding dokter hewan dengan segala otoritasnya. Lucunya, yang membuat aturan adalah seorang dokter hewan. Mudah-mudahan uraian di atas cukup menggugah atau membuat melek sejawat dokter hewan yang mempunyai kewenangan dalam pengambilan keputusan, untuk tahu bagaimana seharusnya memandang kompetensi dan ototritas veteriner yang juga disadang oleh dirinya sendiri dan sejawatnya.

Entry filed under: veteriner. Tags: .

Pilkada dan Dokter Hewan Pentingnya vaksinasi pada neonatus

1 Komentar Add your own

  • 1. Shinta  |  Desember 7, 2014 pukul 9:25 pm

    Mas…. di Tulungagung Dokter Hewan gak noleh mengIB oleh Kepala Dinasnya (dia Dokter Hewan juga) gimana dengan PDHI Cab Jatim adanya hal tersebut…. ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kategori

Blog Stats

  • 212,472 hits

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 40 pengikut lainnya


%d blogger menyukai ini: