Pentingnya vaksinasi pada neonatus

Oktober 9, 2007 at 2:45 am Tinggalkan komentar


Begitu hewan lahir, maka terlepas sudah hubungan fetus dengan induk. Saat di dalam uterus induk semua kebutuhan fetus tersedia, oksigen, makanan, kehangatan dan perlindungan dari penyakit. Begitu lahir maka neonatus harus bernafas sendiri, mempertahankan suhu tubuh dan harus bertahan terhadap dunia yang penuh dengan jasad renik dan membahayakan kehidupannya. Untuk itu maka begitu lahir maka neonatus dilengkapi dengan perlindungan sementara yang disebut kekebalan bawaan dari induk (maternal antibodi), baik melalui plasenta ataupun melalui kolostrum.

Maternal antibodi mempunyai jangka waktu. Selanjutnya maka tubuh neonatus sendiri yang diharapkan memproduksi kekebalan untuk menangkal segala tantangan penyakit. Namun karena karena tubuhnya yang masih kecil dan belum semua kelengkapan tubuhnya berfungsi sempurna maka seringkali pada umur dini sudah terserang penyakit.

Tidak semua penyakit dapat ditanggulangi dengan obat-obatan. Pada hewan kecil atau hewan kesayangan penyakit yang bersifat fatal dan menular adalah muntah dan diare berdarah yang disebabkan oleh virus parvo. Penyakit-penyakit lain pada umumnya juga bersifat fatal dan menular dan tidak dapat diobati. Beberapa diantaranya juga menular kepada manusia.

Sebagaimana pepatah lebih baik mencegah dari pada mengobati, maka diciptakanlah vaksin. Vaksin diciptakan untuk menimbulkan kekebalan pada tubuh terhadap penyakit tertentu (seperti imunisasi pada manusia). Dengan timbulnya kekebalan tersebut diharapkan tubuh dapat menangkal penyakit-penyakit berbahaya yang sulit diobati dan bersifat fatal.

Kapan vaksinasi dimulai? Disarankan pada umur sekitar 3 bulan hewan kesayangan sudah dilakukan vaksinasi pertama. Mengapa 3 bulan? Karena pada umur tersebut kekebalan bawaan induk telah mulai menurun/habis sehingga perlu dirangsang kekebalan baru. Bila tidak dilakukan vaksinasi maka tubuh neonatus tersebut tidak mempunyai kekebalan lagi. Selain itu agar vaksin yang dimasukkan tersebut tidak dihancurkan oleh kekebalan induk yang masih tinggi. Untuk itu biasanya pada vaksinasi pertama kali disarankan menggunakan vaksin parvovirus. Kemudian perlu dilakukan vaksinasi ulang dan bila perlu ditambah dengan vaksin lain.

Mengapa harus diulang? Pada vaksinasi pertama kali respon tubuh menimbulkan kekebalan tidak begitu tinggi (respon pertama), sehingga harus diulang atau dibooster sehingga jumlah kekebalannya meningkat drastis (respon kedua). Dari respon yang kedua ini biasanya jumlah kekebalannya dapat bertahan hingga satu tahun. Namun semua itu bergantung pada individu, pakan, kesehatan secara umum dan tantangan penyakit yang ada, disamping kualitas vaksin dan tatacara menangani vaksin. Sehingga seringkali disarankan vaksinasi ulang sebelum satu tahun.

Lindungi hewan kesayangan anda dengan melakukan vaksinasi secara rutin pada dokter hewan. Dengan melindungi hewan kesayangan anda terhadap penyakit maka secara tidak langsung juga akan melindungi anda terhadap penyakit yang mungkin diderita hewan kesayangan anda.

Entry filed under: pediatrik. Tags: , , .

Dokter Hewan Dilarang ng-IB ?? Satire Dokter Hewan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kategori

Blog Stats

  • 213,081 hits

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 40 pengikut lainnya


%d blogger menyukai ini: