Beberapa fakta kebiri dini berdasarkan riset

Februari 19, 2008 at 2:23 am Tinggalkan komentar


Saat ini klien mempunyai pilihan lain untuk mengambil keputusan melakukan kebiri pada hewan kesayangannya, yaitu melakukan kebiri dini. Kebiri dini dilakukan sebelum seekor hewan mencapai dewasa kelamin. Dan memang beberapa tahun yang lalu dan barangkali hingga saat ini masih ada pandangan yang tidak mendukung dilakukannya kebiri dini pada hewan kesayangan.

Hal-hal yang selalu menjadi perdebatan adalah antara memilih kebiri dini atau kebiri “tradisional” (kebiri yang dilakukan pada umumnya, setelah hewan mencapai dewasa kelamin) adalah berkaitan dengan risiko terjadinya obstruksi saluran kemih pada kucing jantan, inkontinesia uriner pada anjing betina, risiko obesitas, dampak pada sistem kekebalan, pertumbuhan yang terhambat atau tidak normal, dan perivulvar dermatitis akibat vulva infantil. Karena itu pada saat saya menjadi mahasiswa, kebiri dini merupakan hal yang dilarang (tidak dianjurkan). Dan yang sangat disarankan adalah menunggu hewan kesayangan mencapai dewasa kelamin atau menjalani satu siklus reproduksi.

Namun, beberapa penelitian yang dilakukan memberikan kenyataan-kenyataan baru yang ternyata tidak semua yang dikuatirkan dulu menjadi kenyataan pada hewan kesayangan yang dikebiri dini.
Sistem kekebalan. Penelitian terdahulu menyatakan bahwa kebiri dini akan menigkatkan risiko penyakit infeksius terutama Parvovirus, namun hal ini akhirnya terbantahkan dalam penelitian selanjutnya dan lebih merupakan masalah tatalaksana saja. Risiko terjadinya infeksi khususnya Parvovirus harus dikelola dengan baik terutama pada hewan yang masih muda. Anak anjing harus dipelihara dengan baik, terutama harus sudah mendapat 2 kali vaksinasi pertama untuk mencegah terjadinya penyakit. Penelitian lain juga menyatakan terjadinya penurunan sedikit terhadap gingivitis dan asthma pada kucing yang dikebiri dini dibanding kucing yang dikebiri tradisional, anmun tidak berbeda pada anjing.
Pertumbuhan tulang. Kekuatiran akibat kebiri dini adalah terhambatnya pertumbuhan tulang. Hal ini dapat dimaklumi karena salah satu faktor dalam pertumbuhan tulang adalah hormon estrogen. Bila dilakukan kebiri dini terutama pada hewan betina maka sumber estrogen yang berasal dari ovarium akan hilang dan mengganggu pertumbuhan tulang. Namun dari penelitian hal ini tidak berpengaruh terhadap laju pertumbuhan tulang meski terjadi perlambatan penutupan tulang. Pada anjing dan kucing kebiri dini tidak berpengaruh pada pertumbuhan tulang, meski pada kucing justru pertumbuhan tulang lebih panjang dibanding kelompok yang tidak dikebiri dini ataupun tanpa dikebiri. Penelitian jangka panjang dan dengan jumlah yang lebih besar (lebih dari 1660 sampel) tidak terjadi peningkatan risiko fraktur ataupun arthritis pada anjing yang dikebiri dini. Namun hewan yang dikebiri dini terjadi peningkatan risiko mengalami hip displasia. Namun demikian, kelompok yang dikebiri tradisional juga terjadi hip displasia dan harus dieuthanasia karena keparahannya tiga kali lebih besar dibanding kelompok yang dikebiri dini.
Obesitas. Telah dipahami bahwa hewan yang dikebiri akan mengalami penurunan tingkat metabolisme dan cenderung mudah mengalami peningkatan berat badan dibanding hewan yang tidak dikebiri. Dan kecenderungan tersebut harus diwaspadai lebih besar pada hewan yang dikebiri dini. Namun demikian berdasarkan penelitian tidak ada perbedaan body condition score antara hewan yang dikebiri dini dan dikebiri tradisional.
Anatomi penis dan vulva. Perivulvar dermatitis berkaitan dengan higenitas yang buruk dan obesitas dan tidak berhubungan dengan kebiri dini. Meskipun ukuran penis ataupun preputium lebih kecil dibanding hewan yang dikebiri pada umur yang umum namun tidak ada perbedaan kondisi medis pada hewan yang dikebiri dini dan dikebiri tradisional.

Entry filed under: hewan kesayangan, pediatrik. Tags: , , .

Anthrax. Mengapa ditakuti? Risiko Penyakit pada Anjing Penderita Obesitas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kategori

Blog Stats

  • 213,081 hits

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 40 pengikut lainnya


%d blogger menyukai ini: