Diabetes mellitus pada anjing

Mei 15, 2008 at 6:07 am 4 komentar


Saya yakin bagi pembaca pasti akan bertanya, apakah anjing juga bisa menderita diabetes mellitus? Jawabannya ya. Curigai anjing menderita diabetes bila semakin kurus namun lebih kelaparan dan haus, lebih sering kencing dengan frekuensi dan jumlah yang banyak. Pada manusia, diabetes dikenal dalam 2 gambaran klinis. Juvenile yaitu pada saat pertumbuhan, biasanya umur muda, ketosis-prone, hipoinsulinemia, insulin dependent, yang juga digolongkan sebagai tipe I. Sedangkan tampilan klinis yang lain adalah pada umur dewasa atau tua, ketosis-resistant, non insulin dependent, noninsulinemia, gemuk, yang juga digolongkan sebagai tipe II. Dengan berkembangnya teknik pemeriksaan insulin pada anjing, telah dibandingkan tipe diabetes mellitus pada anjing dan manusia. Tipe diabetes pada anjing yang paling sering adalah diabetes mellitus yang mirip dengan diabetes mellitus tipe I pada manusia, yaitu insulin dependent diabetes. Beberapa kasus juga diduga menderita diabetes tipe II. Sebagian besar anjing penderita diabetes mengalami hipoinsulinemia absolut dan relative, gangguan sekresi insulin, membutuhkan injeksi insulin dan ada kecenderungan mengalami ketoasidosis. Penyakit ini dapat terjadi pada anjing semua umur. Apa gejala anjing yang menderita diabetes? Gejala utama yang tampak adalah anjing sering makan, minum dan sering kencing atau polifagia, polidipsia dan poliuria. Hal ini karena gula darah tidak dapat masuk ke dalam sel sehingga tubuh “selalu merasa lapar”, dan tingginya kadar gula darah akan menyebabkan glukosuria (air kencing mengandung gula) dan poliuria akibat osmotik diuresis karena tingginya gula dalam urine. Gejala lain adalah kehilangan berat badan. Kasus lain kadang juga diikuti adanya kebutaan akibat pembentukan katarak yang sebetulnya merupakan akibat sekunder berkaitan dengan keparahan dan durasi hiperglikemia. Curigai anjing menderita diabetes mellitus bila anjing menunjukkan gejala anjing kencing lebih sering dan lebih banyak dari biasanya, lebih banyak makan dan cepat lapar namun justru kehilangan berat badan dan adanya gejala kebutaan serta tampak adanya pembentukan katarak. Pada pemeriksaan kadar glukosa darah sangat tinggi (lebih dari 200 mg/dl) meski dalam keadaan puasa, dimana seharusnya 70 – 110 mg/dl pada kondisi normal. Kasus yang saya temukan pada anjing bahkan mencapai angka lebih dari 650 mg/dl kadar gula puasa dan lebih dari 720 mg/dl kadar gula pasca makan. Bisa dipastikan bila anjing dengan gejala polifagia, polidipsia dan poliuria dengan hasil pemeriksaan kadar gula darah tinggi dan glukosuria adalah menderita diabetes mellitus. Namun tidak, bila hasil pemeriksaan gula darah lebih rendah dari 150 mg/dl dan tidak ditemukan glukosuria. Glukosuria baru terjadi bila kadar gula darah 180 sampai 220 mg/dl atau lebih.

Entry filed under: hewan kesayangan, penyakit. Tags: .

Apa kabar Dokter Hewan? Problema makan pada anjing

4 Komentar Add your own

  • 1. Lalu cyril  |  Juni 7, 2011 pukul 4:28 pm

    Aslm. Mau tanya dok, apa kcg jg bisa terkena diabetes?trus pnanganan/pengobatannya dm pd anjing dan kcg bagaimana dok?
    Terimakasih

  • 2. http://ketosisdiet.net/ - ketosisdiet.net  |  Juli 4, 2013 pukul 11:10 pm

    Wonderful defeat! I would like to apprentice whilst you change your website, just how could possibly i actually subscribe for your site internet site? This accounts helped me to your pertinent option. I was a little bit comfortable on this your own transmit made available brilliant apparent plan

  • 3. yudi perbawaningsih  |  Juli 12, 2013 pukul 7:59 am

    dokter, kencing anjing saya dikerumuni semut, apakah ini juga tanda diabetes?

  • 4. Triakoso  |  Juli 13, 2013 pukul 6:48 pm

    Anjing dan kucing punya potensi untuk menderita diabetes. Gejala yang utama adalah banyak minum (polidipsia), banyak kencing (poliuria), banyak makan (polifagia) namun kurus. Bila kandungan gula darah sangat tinggi akan muncul di dalam kencing, sehingga kencing banyak mengandung gula (timbul istilah kencing manis). Jadi gejala kencing anjing Yudi Perbawaningsih yang dikerubuti semut sangat mungkin menjadi tanda bahwa hewan kesayangannya menderita diabetes.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kategori

Blog Stats

  • 213,259 hits

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 40 pengikut lainnya


%d blogger menyukai ini: