Problema makan pada anjing

Juni 20, 2008 at 5:43 am Tinggalkan komentar


Problema perilaku makan pada anjing yang sering dikeluhkan adalah obesitas dan koprofagia. Obesitas adalah terjadi kelebihan berat badan 15% dari berat badan ideal dan ini biasanya berkaitan dengan bangsa anjing, umur dan jenis kelamin. Penelitian terakhir juga menyebutkan ada kecenderungan obesitas pada anjing sejalan obesitas pada manusia. Juga dilaporkan terjadinya peningkatan kondisi obesitas hampir 25% dari populasi anjing di beberapa negara.
Sebab utama terjadinya obesitas pada anjing adalah adanya sumber kalori yang berlebihan. Hal mana sebetulnya karena kebiasaan, pemberian makan yang berlebihan dan kurangnya aktifitas gerak (exercise). Beberapa bangsa anjing mempunyai risiko tinggi terjadi obesitas seperti Beagle, Cocker spaniel dan Golden retriever. Anjing-anjing tersebut dan terutama yang betina adalah predisposisi utama obesitas.
Dugaan saya, dalam beberapa tahun ke depan kecenderungan obesitas pada hewan kesayangan semakin meningkat. Hal ini terjadi karena risiko terjadi kasus infeksius semakin rendah, baik karena kesadaran klien akan kesehatan ataupun layanan dokter hewan praktek yang semakin baik. Pemilik yang cenderung berpunya dan anjing yang menjadi bagian dari keluarga, tinggal di dalam rumah, tidur bersama tuannya akan menyebabkan anjing mempunyai risiko lebih tinggi mengalami obesitas, terutama pada pemilik yang suka makan. Berdasarkan penelitian, obesitas mengurangi harapan hidup, di samping itu akan meningkatkan risiko terjadi penyakit laiin seperti diabetes, arthrosis. Oleh karena itu, pemilik harus menyadari sejak dini, bahwa obesitas banyak menimbulkan masalah dan harus dicegah sedini mungkin.
Program penurunan berat badan didasarkan pada diet rendah kalori. Sayangnya, kesulitan timbul dari klien yang seringkali tidak bisa atau tidak tega membatasi pemberian pakan pada hewan kesayangannya. Dan menurut beberapa pakar, hal ini saling berhubungan antara hubungan (relationship) pemilik dan anjingnya ataupun perilaku makan pemilik dan hewannya. Sebab ada seseorang yang merasa bersalah karena tidak bisa bermain dengan anjingnya atau setelah ditinggal cukup lama, maka dianggap dengan memberikan makan sedikit lebih banyak dapat mengobati rasa bersalah tersebut. Ataupun sering-sering memberikan makan atau snack karena dianggap begitulah cara menunjukkan kasih sayang pada anjingnya, selain seringkali juga pemilik tidak menyadari bahwa anjingnya menderita obesitas. Bahkan ada yang beranggapan semakin gemuk semakin lucu.
Problem kedua adalah koprofagia. Koprofagia adalah kebiasaan makan kotoran (feses) baik kotorannya sendiri, anjing lain, hewan lain bahkan kotoran manusia. Problem ini sebetulnya menjadi masalah dari kacamata manusia. Pada anjing yang laktasi seringkali melakukan koprofagia dan hal tersebut sebetulnya normal.
Banyak kasus anjing yang mengalami koprofagia, hidup dalam lingkungan dengan sedikit stimulasi, tanpa kontak dengan orang atau anjing lain. Hal lain berkaitan dengan periode perkembangannya, anak anjing yang terkurung atau terkungkung dalam periode belajar bersosialisasi, kelak akan menunjukkan problema koprofagia saat dewasa.
Tidak ada terapi khusus pada anjing yang melakukan koprofagia, dan harus dilihat kasus perkasus. Sangat penting untuk mencari penyebab koprofagia berkaitan dengan problema digesti. Bila tidak ada penyebab organik, pemeriksaan lebih detail perlu untuk mengetahui penyebab tersebut. Pada banyak kasus, dengan meningkatkan exercise dan stimulasi pada anjing, memberikan mainan yang juga dapat dimakan dan memberikan bahan repellent pada feses dapat membantu mengatasi problema koprofagia pada anjing.

Entry filed under: hewan kesayangan, penyakit. Tags: .

Diabetes mellitus pada anjing Drh. Gunadi, Ketua ADHPHKI Hasil Munas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kategori

Blog Stats

  • 213,081 hits

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 40 pengikut lainnya


%d blogger menyukai ini: