Tips mengetahui penyebab diare pada hewan kesayangan

Agustus 25, 2008 at 6:49 am Tinggalkan komentar


Bagi dokter hewan masalah diare adalah masalah yang sering dihadapi. Penyakit sistem saluran pencernaan di hampir semua dokter hewan praktek menduduki peringkat tertinggi. Karena hewan tidak bisa diajak bicara maka dokter hewan akan mengamati dengan seksama perubahan-perubahan yang terjadi pada hewan kesayangan. Bila menyangkut diare maka banyak hal yang harus diperhatikan agar mengetahui penyebab diare tersebut. Bagi pemilik juga menjadi bagian yang sangat penting untuk mengetahui perubahan yang terjadi, sehingga akan dapat membantu dokter hewan untuk mengatasi masalah pada hewan kesayangannya.


Diare bisa disebabkan oleh banyak hal dan tipe diare yang dikeluhkan juga berbagai macam. Namun yang perlu diperhatikan untuk mengetahui asal diarenya adalah berdasarkan perubahan-perubahan yang terjadi atau gejala klinis yang muncul.
Diare yang terjadi akibat perubahan patologis pada usus halus akan menimbulkan gejala-gejala seperti berikut, frekuensi defekasi biasanya akan meningkat dari normal. Peningkatan frekuensi defekasi bisa sampai 3-4 kali dalam sehari dan jumlah feses yang dikeluarkan banyak, berbentuk cair atau lebih cair. Hewan biasanya tidak merejan dan tidak disertai rasa sakit sakit saat defekasi (dyschezia). Bila ada perubahan warna pada feses biasanya menyeluruh (melena). Dalam waktu cepat terjadi perubahan kondisi akibat dehidrasi, bahkan berat badan akan menurun drastis.
Sedangkan bila diare yang terjadi berasal dari perubahan di usus besar, menimbulkan perubahan yang berbeda dengan kondisi di atas. Volume feses yang dikeluarkan biasanya sedikit dengan frekuensi yang sangat tinggi. Frekuensi defekasi bisa lebih dari 6 kali dalam sehari. Hewan seringkali merejan atau tenesmus. Saat merejan bisa disertai keluarnya feses atau tidak disertai keluarnya feses. Hewan akan merejan dan kadang disertai adanya rasa sakit saat defekasi (dyschezia). Bila terjadi perubahan warna feses, biasanya akn ditemui adanya bercak darah di permukaan feses (Hematochezia). Biasanya tidak menyebabkan perubahan kondisi yang drastis atau hewan tetap segar dalam beberapa waktu, berat badan juga tidak menurun drastis sebagaimana pada diare usus halus.

Entry filed under: penyakit. Tags: .

Sumber utama penularan toksoplasma bukan dari kucing? Perbedaan regurgitasi dan vomit pada hewan kesayangan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kategori

Blog Stats

  • 212,472 hits

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 40 pengikut lainnya


%d blogger menyukai ini: