Perbedaan regurgitasi dan vomit pada hewan kesayangan

September 8, 2008 at 1:31 am 8 komentar


Ada perbedaan yang sangat mendasar antara regurgitasi dan vomit atau muntah pada hewan kesayangan, yang seringkali dikenali oleh pemilik “hanya “sebagai “muntah”. Vomit dan regurgitasi berkaitan dengan penyakit yang sangat berbeda.
Regurgitasi biasanya berkaitan dengan penyakit-penyakit daerah faring atau esofagus sedangkan vomit atau muntah biasaya berkaitan dengan gangguan lambung atau mungkin penyakit sistemik. Gejala regurgitasi mungkin tidak biasa ditemukan pada manusia karena manusia dapat mengeluh. Karena hewan kesayangan tidak bisa bicara, maka pemilik atau dokter hewan harus mengenali gejala-gejala yang mirip tersebut untuk memastikan kemungkinan penyakit yang diderita oleh hewan kesayangan tersebut. Bagi pemilik tentu bila dapat mengamati gejala ini dengan baik akan sangat membantu dokter hewan untuk mengindentifikasi penyakit yang terjadi pada hewan kesayangannya, hal ini karena seringkali gejala banyak tersebut terjadi di rumah dan tidak atau jarang terjadi di meja periksa dokter hewan, sehingga dokter hewan seringkali menanyakan gejala-gejala yang telah terjadi di rumah.

Regurgitasi adalah keluarnya makanan melalui mulut, terjadi tanpa usaha atau tanpa adanya proses yang rumit dan tidak disertai tanda-tanda prodormal meski kadang disertai adanya hipersalivasi. Bahan yang dikeluarkan biasanya berupa bahan pakan yang belum terdigesti bercampur mukus atau saliva dan mempunyai pH normal, bahan pakan berupa bahan solid ataupun cair bila terjadi striktura pada esofagus, tercampur darah segar bila terjadi ulserasi, adanya rasa sakit saat menelan dan teraba adanya bolus di daerah esofagus. Waktu terjadinya biasanya segera setelah makan atau menelan. Bila terjadi agak lama setelah makan kemungkinan terjadi dilatasi esofagus atau divertikulum esofagus.

Vomit atau muntah adalah keluarnya makanan melalui mulut yang merupakan suatu proses reflek yang terkoordinasi kontraksi otot-otot abdominal, retroperistaltik dan refleks menutupnya glottis. Muntah akan disertai adanya tanda-tanda prodormal seperti nausea, unease, anoreksia, hipersalivasi, menelan dan retching. Vomitus atau bahan yang dimuntahkan biasanya mempunyai pH rendah (asam) karena bercampur asam lambung, berwarna hijau karena bercampur empedu, bahan pakan yang sudah tercerna sebagian, pakan yang sudah tercerna, bercak darah atau bercampur darah segar atau darah yang terdigesti. Waktu terjadinya muntah sangat bervariasi namun jarang sekali terjadi dengan cepat setelah makan.

Entry filed under: hewan kesayangan, penyakit. Tags: , .

Tips mengetahui penyebab diare pada hewan kesayangan Cara memegang hewan pengerat kesayangan

8 Komentar Add your own

  • 1. kmpvpetwild  |  September 24, 2008 pukul 4:29 am

    salam lestari!!!
    sungguh terobosan baru dalam kegiatan perkuliahan dengan media blog sepert ini.Diharapkan blog ini bisa menjadi media yang dimanfaatkan dengan sungguh-sungguh oleh mahasiswa. sukses selalu untuk drh.Nus atas blognya.

    salam lestari!!

  • 2. hentniy  |  Oktober 4, 2008 pukul 4:12 pm

    wah keren pak blog nyah ,,, tp leave commentnyah susah . masa mau comment ajah harus regis wordpress dulu ..

    sukses yah pak nuz .. kira2 jawaban tugas2 yang dikasik pak nuz ada disini gag .. hwehehe

  • 3. triakoso  |  November 17, 2008 pukul 6:58 am

    maaf, waktu itu mungkin belum mengamati setting komentar. saat ini sudah saya buka jadi mudah-mudahan siapa saja dapat memberikan komentar, kritik saran dan sebagainya. silahkan, untuk kebaikan bersama. terima kasih

  • 4. Sigit Prayogo KH'06  |  Oktober 11, 2009 pukul 3:45 am

    Pak, terimakasih atas info nya…
    sehingga saya bisa menjawab pertanyaan tugas IPDV yang diberikan oleh bapak…
    Tentang “Perbedaan Vomit dan Regurgitasi”.

    Ow iya pak…
    Apa yang dimaksud vomit projectil?..
    Thanx..
    Viva Veteriner…

  • 5. triakoso  |  Oktober 12, 2009 pukul 2:10 am

    @Sigit : Kebetulan tugas yang diberikan, pernah saya tulis diblog ini. Untuk yang lain silahkan dicari sendiri, dibaca dan dicari di buku teks Veterinary Internal Medicine. Untuk itu maka anda “terpaksa” membaca buku teks Veterinary Internal Medicine atau buku semacam.

  • 6. Sigit Prayogo KH'06  |  Oktober 17, 2009 pukul 12:23 pm

    Ya pak tugasnya sudah selesai..
    he.he..
    Terimakasih banyak pak..
    Viva Veteriner…

    Mampir di BlogQ juga Pak..
    Hot Side Veteriner

  • 7. zulfa  |  Desember 14, 2012 pukul 11:37 am

    terimakasih dok…sy mengerjakan tugas dari dokter nus,sebagian (besar) sy ambil dr blog ini dok.trimaksh….

  • 8. triakoso  |  Desember 18, 2012 pukul 8:37 am

    >>Zulfa dan Mahasiswa lainnya. Blog ini hanya menyarikan informasi. Yang penting adalah membaca dan memahaminya, dari berbagai sumber termasuk buku teks (itu tujuan tugas diberikan). Tidak cuma copy paste…Kalau itu yg dilakukan lulusan Unair makin lama makin bodoh, makin tidak tahu apa-apa, makin tidak kompeten…karena selalu bergantung pada mbah google

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kategori

Blog Stats

  • 213,259 hits

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 40 pengikut lainnya


%d blogger menyukai ini: