Sapi Madura

September 10, 2008 at 4:19 am 8 komentar


Sapi Madura adalah salah satu sapi asli Indonesia. Sapi Madura berasal dari pulau madura dan pulau-pulau di sekitarnya. Pulau Sapudi sangat dikenal sebagai tempat sapi Madura berkembang pesat. Sapi Madura merupakan persilangan Bos sondaicus dengan Bos indicus. Ciri-ciri punuk diperoleh dari Bos indicus sedangkan warna diwarisi dari Bos sondaicus. Namun penelitian Popescu dan Smith (1998) menunjukkan bahwa pola karyotipik sapi Madura menunjukkan adanya kemiripan dengan Bos taurus, kecuali pada kromosom Y-nya yang mirip dengan Bos indicus. Sehingga Popescu dan Smith menyimpulkan sapi Madura merupakan hasil perkawinan silang antara indukan Bos taurus atau Bos javanicus dengan pejantan Bos indicus.


Karena kekhususannya, sejak tahun 1934 pemerintah telah menetapkan bahwa sapi Madura seragam dalam bentuk dan warna. Hal ini untuk menjaga keaslian sapi Madura. Sapi Madura mudah hidup dan berbiak dimana saja. Sapi Madura juga tahan terhadap berbagai penyakit. Karena kelebihan tersebut , sapi Madura biasanya banyak dikirim ke lain daerah, lain pulau sebagai bantuan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, selain dikirim juga sebagai sapi potong. Bila tidak diperhitungkan dengan baik, bisa jadi populasi sapi Madura di pulau Madura akan terkuras. Dan keaslian sapi Madura juga terancam. Sejak tahun 1957 telah dicoba meningkatkan mutu genetik dengan menyilangkan dengan sapi Red Deen. Apalagi program-program upgrading atau pengembangan genetik ternak dengan cara inseminasi terus digalakkan, sehingga muncul istilah Madrasin, yaitu sapi Madura yang dikawinsilangkan dengan Limousin. Saat saya kecil dulu dikenal istilah Madrali yaitu sapi Madura yang dikawinsilangkan dengan “sapi Australi” yang saya tahu sebetulnya adalah bangsa sapi Santa gertrudis. Di luar pulau Madura sendiri tidak ada jaminan keaslian genetik sapi Madura tetap terjaga dengan baik. Untuk itu seharusnya ada langkah-langkah untuk tetap menjaga kelestarian plasma nutfah ini agar bangsa sapi yang hanya ada di Indonesia ini tetap lestari.
Sapi Madura tergolong sapi berukuran kecil. Tinggi sapi jantan berkisar 120 cm dan betina 105 cm. Sapi madura berwarna merah coklat atau coklat tua dengan warna putih tanpa batas yang jelas disekitar pantat. Warna putih juga ditemui pada daerah kaki serta sedikit di sekitar moncong. Bobot hidup berkisar 220-250 kg, dengan berat karkas berkisar 50,96%-51,72%. Libido sapi jantan sangat kuat namun, produksi semen agak rendah. Sapi jantan mempunyai rata-rata 1,0-1,3 ml per ejakulasi dengan konsetrasi 409 juta spermatozoa.
Bibit sapi Madura yang baik adalah berwarna merah bata atau merah coklat dengan warna putih dengan batas tidak jelas pada pantat, tanduk kecil pendek mengarah keluar. Pada sapi jantan, gumba berkembang dengan baik sedangkan sapi betina, gumba tidak tampak jelas. Tubuh kecil, kaki pendek. Tinggi gumba pada sapi jantan kelas I minimal 121 cm, kelas II minimal 110 cm dan kelas III minimal 105 cm. Tinggi gumba sapi betina kelas I minimal 108 cm, kelas II minimal 105 cm, kelas III minimal 102 cm. Sapi madura jantan berumur 24-36 bulan sedangkan sapi betina berumur 18-24 bulan.

Entry filed under: ternak. Tags: .

Lagi-lagi Daging PMK…. Gawat Darurat Medik pada Hewan Kesayangan

8 Komentar Add your own

  • 1. Kurnia  |  Maret 25, 2010 pukul 10:01 am

    Apa bener ada pernyataan mengenai sapi madura yang di jaga kemurniannya di UU Veteriner tahun 1934 no 57.

  • 2. triakoso  |  Maret 29, 2010 pukul 8:00 am

    Maaf, saya sendiri belum melihat isi UU vet tahun 1934 no 57. Saat orang tua saya dulu menjadi kepala Dinas Peternakan pun rasanya saya tidak menemukan naskah tersebut. Tapi seingat saya saat kuliah pun, memang sapi Madura dijaga kemurniannya, karena sapi Madura merupakan plasma nutfah atau sumber genetik yang khas dan tidak ada di tempat lain di dunia ini.

  • 3. adri susiani  |  September 27, 2010 pukul 7:20 am

    Bapak mohon dijelaskan perbedaan fisik antara sapi Bali dan Sapi Madura. karena sampai sekarang dari literatur dan gambar2 yang ada keduanya amat mirip. Terima kasih.

  • 4. triakoso  |  September 28, 2010 pukul 6:42 am

    @Adri, bagi yang terbiasa/berkecimpung pada dunia sapi cukup mudah membedakan sapi Madura dan Sapi bali secara fisik. Pada Sapi Madura tidak ada perbedaan warna jantan dan betina, coklat. Pada sapi Bali jantan dewasa berwarna hitam sedangkan betina tetap coklat. Bentuk tanduk, pada sapi Madura tanduk berukuran kecil sedangkan sapi bali cukup besar dan sedikit melengkung (mirip tanduk banteng). Warna putih pada kaki, pada sapi Madura tidak berbatas jelas sedangkan pada sapi Bali berbatas jelas. Warna putih pada pantat sapi Madura sedikit dan tidak berbatas jelas, sedangkan sapi Bali cukup banyak dan berbatas jelas. Kadang pada sapi Bali betina terdapat garis coklat di sepanjang punggung pada sapi Madura tidak ada. Sapi Bali berukuran besar, terutama yg jantan sedangkan sapi madura cukup kecil (kira-kira 220-250 kg).
    Secara umum sapi Bali lebih mirip banteng, meski keduanya juga dianggap keturunan dari Banteng (Bos javanicus, Bos sondaicus).
    Mudah-mudahan gambaran yang saya berikan cukup membantu.

  • 5. arbai kediri  |  Maret 20, 2012 pukul 1:18 pm

    Ijin nge-link plis

  • 6. Triakoso  |  Maret 31, 2012 pukul 3:13 pm

    @Arbai, Silahkan….

  • 7. wani  |  Juli 5, 2012 pukul 12:43 am

    Bagux infonya

  • 8. Triakoso  |  Juli 5, 2012 pukul 6:51 am

    @Wani…terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kategori

Blog Stats

  • 213,259 hits

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 40 pengikut lainnya


%d blogger menyukai ini: