Anjing Dalmatian

September 12, 2008 at 4:11 am Tinggalkan komentar


Anjing ini berasal dari Dalmatia suatu daerah di Republik Kroasia. Berdasarkan temuan di prasasti pada makam Mesir kuno serta adanya lukisan pada abad ke 16 hingga 18 diduga anjing Dalmatian ini sudah ada sejak ribuan tahun. Kronikel gereja dari abad ke 14 dan tahun 1719 menunjukkan bahwa bangsa anjing ini berasal dari daerah Mediteran khususnya di sekitar pantai Dalmatia. Tanda-tanda yang lebih awal ditemukan pada lukisan yang dilukis oleh pelukis Italia pada abad ke 16 dan pada fresko di Zaostrog (Dalmatia) sekitar tahun 1710. Tulisan Thomas Bewick yang dipublikasikan tahun 1792 berisi uraian dan gambaran anjing Dalmatian yang dikatakan Bewick sebagai “Dalmatian dog atau Coach dog”. Standar Dalmatian pertama kali dimulai pada tahun 1882 oleh orang Inggris bernama Vero Shaw. Standar ini kemudian diacu sebagai standar resmi anjing Dalmatian pada tahun 1894.

Penampilan umum anjing ini seimbang dengan spot (totol) jelas, kuat, berotot, serta anjing tampak aktif. Temperamen bersahabat tidak pemalu atau takut, nervus dan agresi atau galak.

Kepala. Lebar dengan stop dan tidak terlalu landai. Letak telinga sedikit tinggi dan dekat dengan kepala sehingga menunjang bentuk kepala semakin terlihat kompak. Hidung berwarna solid hitam (pada spot hitam) atau coklat tua (pada spot coklat liver). Hidung dengan warna tidak solid kurang disukai. Rahang kokoh dengan gigi scissor bite. Jumlah gigi total 42 buah.
Telinga. Terpasang tinggi, berukuran sedang dengan ujung membulat.
Mata. Warna mata pada spot hitam berwarna coklat tua dan pada spot coklat liver berwarna coklat muda (amber). Semakin gelap warna mata semakin bagus.
Tubuh. Leher panjang dan kokoh dan nampak halus sampai kebagian bahu dan menyambung dengan topline yang halus. Dada harus cukup lebar dan dalam, brisket dada setidaknya harus mencapai siku kaki depan. Dari brisket ke belakang membentuk kurva yang melengkung secara teratur.
Kaki.  Kaki depan lurus dan kokoh sedangkan kaki belakang siku dan kokoh. Telapak kaki bulat dan kasar dan tebal. Kuku berwarna putih, hitam atau coklat liver tergantung dari warna spot.
Ekor. Letak ekor tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah. Pada waktu berjalan ekor terangkat lebih tinggi sedikit dari garis topline.
Rambut. Pendek, halus dan menutup tubuh dengan baik.
Warna. Warna dasar putih. Dalmatian mempunyai dua warna spot yaitu hitam dan coklat liver. Untuk Dalmatian berspot hitam pada bagian hidung dan kuku kaki harus berwarna hitam juga. Dan sebaliknya untuk Dalmatian berspot coklat liver, pada bagian hidung dan kuku harus berwarna coklat.
Berat. Berat jantan berkisar 27 kg dan berat betina berkisar 24 kg.
Ukuran. Perbandingan panjang dan tinggi tubuh sekitar 10:9. Tinggi sekitar 47,5-57,5 cm.

Diskualifikasi
Warna spot selain hitam dan coklat terkena diskualifikasi dan tidak disarankan untuk dibiakkan/dipacakkan.
Warna mata biru, kuning dan hijau pada kedua matanya atupun salah satu matanya.

Rekomendasi. Untuk menghindari deafness pada anjing Dalmatian (20-30%), anjing Dalmatian penderita deafness bilateral dan bermata biru hendaknya tidak dijadikan indukan. Anjing dengan patches terbatas di sekitar mata (monocle) atau di tempat lain masih dapat dijadikan indukan. Anjing yang mempunyai skrotum berpigmen sangat disarankan sebagai indukan.

Entry filed under: hewan kesayangan. Tags: .

Aplikasi Medical Record untuk Dokter Hewan Praktek Kucing Raas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kategori

Blog Stats

  • 213,081 hits

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 40 pengikut lainnya


%d blogger menyukai ini: