Bangsa Kucing Persia

September 17, 2008 at 1:38 am 2 komentar


Exotic shorthair (ES) adalah bangsa kucing yang sama dengan Persian (PS) dan Himalayan (HI) namun dibedakan dari Persian dan Himalayan hanya berdasarkan panjang rambut saja. Warna yang disepakati sama seperti pada bangsa Persian dan Himalayan. Ketentuan selain itu berlaku sama seperti Persian dan Himalayan. Rambut pada ES sangat tebal sehingga membuat tampilan seperti boneka Teddy bear. Bangsa Himalayan adalah bangsa kucing hibrid yang dikembangkan manusia dari bangsa Persian, dan dibedakan dari Persian berdasarkan beberapa macam hal seperti wajah, telapak kaki, telinga dan ekor yang serupa dengan bangsa Persian namun mempunyai warna rambut dan mata biru seperti bangsa Siam. Persian adalah kucing dengan rambut panjang pada seluruh bagian tubuh dengan rambut sekunder yang lebat sehingga menampakkan tubuh yang berisi. Seluruh warna tradisional, sepia dan mink diperkenankan.

KEPALA

  • Bentuk bulat, lebar. Berukuran sedang dan proporsional dengan ukuran tubuh. Rahang lebar dan kuat dengan gigi tumbuh sempurna. Pipi penuh dan sedikit menonjol. Tampilan umum dengan ekspresi manis menyenangkan.
  • Telinga, kecil dengan ujung bulat, tidak mengarah keluar. Terpasang lebar.
  • Mata, besar, bulat dan penuh. Terpasang sejajar dan agak berjauhan sehingga menunjukkan ekspresi manis menyenangkan. Warna mata sama pentingnya dengan bentuk dan ukuran. Pada katagori HI, warna mata biru gelap. Namun warna biru terang atau sedang masih diperkenankan. PS dan ES, warna mata brilliant gelap lebih dipilih, namun warna lain yang sesuai dengan warna rambut masih diterima.
  • Pipi, Kuat, penuh dan berkembang baik, memenuhi bagian wajah.
  • Hidung, Cenderung melebar dengan nostril (lubang hidung) terbuka. Muzzle pendek, lebar dan penuh.
  • Profil, Pendek, hidung pesek seakan memisahkan kedua mata. Dahi, hidung dan pipi dalam satu garis lurus.
  • Leher pendek, tebal dan berotot.

TUBUH

  • Torso, Cobby, kompak, membulat di bagian tengah dan seimbang. Berukuran sedang hingga besar.
  • Punggung pendek dan lurus. Dada dalam, bahu kekar, abdomen dan iga membulat.
  • Kaki. Tulang besar dan berkembang sempurna dengan muskulatur yang bagus. Tampak depan, kaki depan pendek, lurus dari bahu ke arah dada. Dan tidak tampak seperti anjing buldog (kaki melekung). Tampak belakang kaki harus lurus. Telapak kaki bulat dan kuat.
  • Ekor. Pendek dan lurus. Seimbang dengan ukuran tubuh.
  • Pertulangan dan seimbang. Muskulatur, kompak dan berkembang dengan baik serta tidak gemuk (berlemak)

RAMBUT, WARNA DAn POLA

  • Panjang. Katagori PS dan HI semua rambut di seluruh bagian tubuh panjang. Rambut sekunder yang penuh akan membuat kucing tampak gemuk. Variasi musiman pada rambut dapat dikenali. Katagori ES, panjang rambut lebih pendek dari PS dan HI namun masih lebih panjang dibandingkan kucing normal berambut pendek. Rambut halus, tebal dan berdiri. Variasi musiman pada rambut dan ketebalannya dapat dikenali.
  • Warna pada katagori PS dan ES sebagaina digambarkan TICA. Warna pada katagori HI, warna yang jernih sangat disarankan meski. Warna rambut pada HI leih disukai warna cerah dengan sedikit shadow. Pada kucing dewasa juga diperbolehkan adanya shade yang lebih gelap. Harus dibedakan secara jelas (kontras) warna tubuh dengan bagian tubuh tertentu. Bagian tubuh yang dimaksud adalah telinga, kaki, telapak kaki, ekor dan mask harus mempunayi warna dasar kucing ini.

LAIN-LAIN

  • Kondisi dan keseimbangan, harus merefleksikan kesehatan yang baik serta tampak kuat dengan perototan dan tonus otot yang baik, berotot namun tidak gemuk (berlemak). Seluruh bagian tubuh harus seimbang.

GAMBARAN UMUM. Gambaran umum katagori PS, HI atau ES yang ideal adalah kuat dengan pertulangan dan perototan yang sangat baik, seimbang dan memberi kesan kuat. Wajah harus bulat dengan eksrepsi manis menyenangkan dengan mata lebar dan ekspresif. Tampilan fisik seimbang dengan temperamen kalem serta menurut saat dipegang. Pertimbangan harus diberikan pada kenyataan bahwa betina berukuran lebih kecil dari jantan, namun harus tetap menunjukkan tampilan dan proporsi yang seimbang.

PENALIZED Wajah yang tidak lebar dan panjang. Hidung memanjang tidak pesek. Muzzle tipis. Agak overshot jaw atau undershot jaw. Deformitas rahang. Tidak adanya gigi taring. Asimetris. Telinga yang lebar, ujung meruncing mengarah keluar, atau terpasang terlalu dekat. Tonus otot lembek. Kurus. Mata kecil atau terutup. Warna mata pucat dan sayu.

DISKUALIFIKASI Ekor melingkar. Maloklusi berat atau wajah sangat tidak simetris. Mata bersilangan dan tidak fokus. Overshot atau undershot sangat berat.

STANDAR PENILAIAN

Kepala

  • Bentuk (5)
  • Telinga (5)
  • Mata (10)
  • Pipi (3)
  • Hidung (5)
  • Profil (5)
  • Leher (2)

Tubuh

  • Torso (10)
  • Kaki (5)
  • Ekor (5)
  • Tulang (10)
  • Muskulatur (5)

Rambut/Warna/Pola

  • Panjang/Tekstur (10)
  • Warna/Pola (10)

Lain-lain

  • Kondisi (5)
  • Keseimbangan (5)

Entry filed under: hewan kesayangan. Tags: .

Kucing Raas Otoritas Veteriner

2 Komentar Add your own

  • 1. dhinar  |  Mei 10, 2009 pukul 2:49 am

    sebenernya meolenceng dari topik..
    aku mau bertanya bagaimana kita bisa mendeteksi awal kucing ya ng terinfeksi hepatitis, toxoplasma… biasanya kan kita taunya kalo penyakitnya da parah..

  • 2. triakoso  |  Mei 11, 2009 pukul 2:48 am

    penyakit hewan pada tahap awal biasanya tidak teramati dg baik. untuk itu diperlukan pemeriksaan rutin dan pencegahan. periksakan ke dokter hewan. karena hewan tidak bisa berkeluh kesah sebagaimana manusia. hewan sakit akan menunjukkan perubahan perilaku dari biasanya. biasanya ceria jadi pendiam, biasanya makan banyak jadi tersisa, dsb. pada tahap awal hepatitis juga belum menunjukkan adanya ikhterus atau adanya warna kuning pada bagian tubuh terutama mukosa (yg tampak dari luar : gusi, konjungtiva).
    demikian juga toksoplasma. toksoplasma umumnya menyerang pada anakan. namun bisa jg pada hewan dewasa. bila survive maka anakan punya kekebalan terhadap tokso sehingga saat dewasa tidak lagi terserang tokso. dalam siklus hidupnya, tokso bersifat self limiting sebagaimana parasit sekeluarga (eimeria). dan tidak berarti feses yg mengandung ookista tokso langsung bersifat patogen atau berbahaya bagi manusia dan hewan lain. agar menjadi patogen ookista harus mengalami proses sporulasi. untuk selanjutnya anda dapat membaca uraian saya berkaitan dg topik penularan toksoplasma pada manusia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kategori

Blog Stats

  • 213,259 hits

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 40 pengikut lainnya


%d blogger menyukai ini: