Manifestasi Uremia Ekstrarenal

Oktober 17, 2008 at 9:17 am Tinggalkan komentar


Kulit
Pasien dengan uremia seringkali dalam kondisi dehidrasi dan tampak pada kondisi kulit, turgor kulit jelek.
Pada anjing dan kucing karena kelenjar keringat terbatas hanya di beberapa tempat maka tidak ditemukan akumulasi ureum di kulit. Tidak sama seperti pada manusia, dimana hampir seluruh bagian kulit mempunyai kelenjar keringat. Maka pasien uremia pada manusia akan tampak berkeringat dan dengan mengeringnya keringat maka terjadi kristalisasi keringat yang disebut sebagai deposit frost. Deposit frost ini juga menimbulkan pruritus pada manusia penderita uremia.

Respirasi
Karena, anemia, asidosis, edema pulmonum, pasien dengan gagal ginjal lanjut akan menunjukkan peningkatan frekensi respirasi. Perubahan frekuensi dan tipe respirasi yang berkaitan dengan gagal ginjal seringkali sulit dideteksi. Kecuali ditemukan coexisting gagal jantung, edema pulmonum masih belum tampak atau berkembang pada tahap terminal. Jika terjadi edema pulmonum juga akan ditemukan adanya moist rales pada saat auskultasi.

Kardiovaskular
Hipertensi sekunder akibat gagal ginjal kronis masih belum bisa dipastikan terjadi pada setiap pasien penderita gagal ginjal kronis. Masih sangat sedikit informasi yang menduga adanya hipertensi ringan yang berkaitan dengan gagal ginjal kronis. Denyut jantung mungkin meningkat pada kondisi gagal ginjal kronis terminal, sebagai akibat anemia yang terjadi. Abnormalitas denyut jantung dan konduksi adalah akibat dari retensi kalium pada pasien oligouria atau anuria. Auskultasi pada pasien tersebut akan ditemukan bradikardia, aritmia bahkan heart block dengan derajat yang berbariasi. Konduksi jantung adalah refleksi dari kardiogram dengan meningkatnya amplitudo dan puncak gelombang T, depresi segemn ST, memanjangnya interval P-R dan melebarnya kompleks QRST serta menurunnya amplitudo dan menghilangnya gelombang P. Hipertrofi ventrikel kiri seringkali ditemukan pada nekropsi pasien gagal ginjal yang menyeluruh. Penyebab pastinya masih belum diketahui, namun diduga akibat anemia atau hipertensi.

Digesti
Pada daerah mulut akan ditemukan ulserasi di gusi, terutama gusi di sekitar caninum dan premolar keempat yang tertutup tartar. Ulserasi di daerah ini seringkali akibat degradasi urea menjadi amonia oleh bakteri. Membrana mukosa pucat bila pasien juga mengalami anemia. Meskipun cukup jelas adanya bau mulut yang berbau amonia, namun kondisi ini tidak konsisten dan tidak bisa dijadikan tanda klinis yang pasti.
Merah coklat di bagian anterior lidah umumnya tampak pada pasien uremia. Patogenesisnya masih belum cukup jelas.
Pada lambung akan terjadi ulseratif gastritis (uremic gastritis). Pada pemeriksaan mikroskopis tampak lesi ditandai noninflammatory myoarteritis. Vomit umum terjadi pada pasien uremia. Ha ini terjadi akibat rangsangan pada pusat muntah di medulla oblongata dan juga berhubungan dengan ulseratif gastritis.
Pada daerah intestinum dan kolon tampak adanya enterocolitis, meskipun ini tidak selalu tampak, dan biasanya tidak cukup parah dibanding gastritis. Namunbila terjadi akan menunjukkan gejala diare. Konstipasi mungkinjuga terjadi. Hal ini akibat dari kompensasi konservasi air akibat dehidrasi yang dialami.

Uriner
Pada kasus gagal ginjal kronis, seringkali ditemukan gejala polidipsia dan poliuria.

Endokrin
Hiperparatiroidismus renal sekunder tampak pada pasien gagal ginjal kronis.
Hiperfostemia sering ditemukan pada penyakit ginjal yang menyeluruh, karena fosfor secara normal dikeluarkan melalui ginjal.
Kadar kalsium serum abnormal akan merangsang kelenjar paratiorid melepaskan hormon paratiroid. PTH akan memobilisasi kalsium tulang. Bila berlangsung lama maka akan terjadi demieralisasi tualgn dan hiperplasia paratiroid. Kondisi yangmungkin terjadi adalah adanya metastatis dan distofia. Hal ini tampak deposisi kalsium di ginjal dan diluar ginjal seperti saluran gastrointestinal, pleura, paru-paru, miokardium dan endokardium. Kalsifikasi jaringan ekstrarenal seringali ditemukan sebagai komlikasi pada pasien dengan kondisi uremia.

Syaraf
Pasien uremia seringkali mengalami depresi. Konvulsi tetanik dapat terjadi akibat hipokalsemia, namun kondisi relatif jarang terjadi. Kondisi tersebut berkaitan dengan konsentrasi total kalsium yang menurun. Konvulsi non hipokalsemia pada pasien uremia baik anjing ataupun kucing sangat jarang terjadi.

Entry filed under: hewan kesayangan, penyakit. Tags: , .

Veterinary Joke Mengatasi hipotermia pada anak ruminansia kecil

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kategori

Blog Stats

  • 212,472 hits

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 40 pengikut lainnya


%d blogger menyukai ini: