Mengatasi hipotermia pada anak ruminansia kecil

Oktober 20, 2008 at 5:19 am Tinggalkan komentar


Kondisi lingkungan di dalam kandungan atau uterus sangat berbeda dengan lingkungan di luar uterus. Di dalam uterus janin (fetus) memperoleh segala yang diperlukan yang semua itu difasilitasi oleh induknya. Oksigen dan nutrisi tersedia cukup dari induk melalui pertukaran zat di plasenta. Suhu tubuh tentu saja sudah diatur sehingga suhu lingkungan janin optimal yang diperoleh dari induknya. Lingkungan pertumbuhannya steril dan terjaga dari segala sumber infeksi.

Kondisi tersebut sangat berbeda dengan lingkungan di luar uterus saat janin tersebut lahir dan keluar dari uterus. Oksigen dan nutrisi harus diperoleh sendiri melalui bernafas dan makan. Suhu tubuh harus dipertahankan tetap agar tidak kedinginan yang berasal dari proses metabolisme tubuhnya yang bahannya diperoleh dari makanan. Lingkungan di laur uterus sama sekali tidak steril dan temapt hidup berbagai makhluk termasuk organisme penyebab penyakit atau sumber infeksi.
Pada saat-saat pertama sejak kelahirannya, maka anak hewan harus berjuang agar bertahan hidup termasuk dalam upaya mempertahankan suhu tubuhnya. Untuk memperoleh panas tubuh, maka neonatus harus makan dan sumber energi dan nutrisi utama yang mudah digunakan adalah kolostrum yang juga telah disiapkan oleh induknya.
Bilamana karena suatu sebab anak rumiansia kecil ini mengalami masalah dengan lingkungan dan mengalami hipotermia. Ada beberapa tindakan yang harus segera dilakukan, bila tidak maka akan berakibat fatal.

Bila suhu tubuh neonatus 37-39 derajat celcius dapat diselimuti handuk kering, berikan kolostrum hangat 50 ml/kg . Pemberian kolostrum sebaiknya menggunakan botol agar mudah dilakukan. Neonatus juga perlu didekatkan dengan induknya.
Bila suhu tubuh neonatus kurang dari 37 derajat celcius dan umurnya belum 5 jam, maka sebaiknya selimuti dengan handuk kering dan ditempatkan di kotak yang hangat hingga suhunya lebih dari 37 derajat celcius. Kemudian berikan kolostrum hangat 50 ml/kg serta amati terus perkembangnnya.
Bila suhu tubuh neonatus lebih dari 37 derajat celcius namun umurnya lebih dari 5 jam dan disertai gejala head up. Hal tersebut menunjukkan neonatus juga dalam kondisi hipoglisemia. Berikan kolostrum hangat 50 ml/kg dengan stomach tube selanjutnya letakkan pada kotak penghangat hingga suhunya lebih dari 37 derajat celcius. Kemudian berikan kolstrum lagi dengan stomach tube dan amati terus perkembangannya.
Bila suhu neonatus sedangkan umurnya lebih dari 5 jam namun disertai gejala comatose dan convulsing atau kejang, maka segera berikan intraperitoneal (IP) glukosa 20% hangat dengan dosis 10 ml/kg. Neonatus, anak kambing atau domba yang besar (lebiah dari 4,5 kg) dapat diberikan 50 ml, yang berukuran sedang (3-4,5 kg) dapat diberikan 35 mldan anak yang kecil (kurang dari 3 kg) dapat diberikan 25 ml. Kemudian letakkan pada kotak penghangat hingga suhunya lebih dari 37 derajat celcius lalu berikan kolostrum melalui stomach tube sebanyak 50 ml/kg serta amati terus perkembangannya.

Kandang dibagi menjadi dua ruang secara horisontal. Bagian atas dapat diberikan alas agar cukup hangat saat neonatus rebah. Agar kandang cukup hangat dapat diberikan aliran udara panas dengan blower pada ruang bagian bawah kandang atau diberikan lampu penghangat. Agar panas tidak begitu menyebar bagian tepi ruang bawah dapat ditutup.

Entry filed under: pediatrik, penyakit, ternak. Tags: , .

Manifestasi Uremia Ekstrarenal Diascopy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kategori

Blog Stats

  • 213,081 hits

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 40 pengikut lainnya


%d blogger menyukai ini: