Kekebalan pada neonatus

Oktober 9, 2009 at 2:08 am Tinggalkan komentar


Begitu lahir, anak anjing atau anak kucing akan berhadapan dengan lingkungan yang tidak lagi steril sebagaimana selama ini mereka hidup yaitu di dalam uterus. Adanya bakteri di dalam saluran pencernaan dan organ-organ lain sudah mulai terjadi dalam waktu 24 jam setelah lahir. Anak anjing atau kucing selanjutnya akan terpapar oleh bakteri, terutama bakteri yang ada sebagai “mikroflora alami”. Secara klinis, mikroflora alami ataupun bakteri yang lain dapat menyebabkan infeksi dan mengancam kelangsungan hidup neonatus.

Antibodi maternal sangat diperlukan dan menjadi faktor yang penting dalam menghadapi bakteri atau agen infeksi yang lain yang dihadapi neonatus antara umur 4 hingga 16 minggu. Antibodi maternal akan melindungi neonatus terhadap penyakit selama periode kritis dimana sistem kekebalan tubuh neonatus mulai atau sedang berkembang. Antibodi maternal akan berperan sebagai imunitas pasif baik bersifat sistemik ataupun lokal.

Kekebalan pasif sistemik berasal dari antibodi yang diterima neonatus dari kolostrum induknya dalam waktu 24 jam pertama. Neonatus yang memperoleh kolostrum induk dengan baik akan memperoleh antibodi atau kekebalan sebagaimana yang dimiliki induknya. Namun demikian kekebalan yang diperoleh dari induk ini bersifat terbatas dan semakin lama semakin hilang. Kadar antibodi yang berasal dari induk ini biasanya sangat rendah pada umur 6-8 minggu dan sudah mulai tidak tampak lagi pada umur 12 hingga 16 minggu. Untungnya, mulai umur 4 minggu, sistem kekebalan neonatus mulai berkembang dan berfungsi. Antibodi yang dihasilkan dari sistem kekebalannya muncul di dalam darah sangat nyata dengan kadar yang tinggi.

Imunitas pasif sistemik aktif dalam membunuh bakteri yang masuk melalui saluran pembuluh darah, namun tidak demikian bila bakteri masuk melalui kulit, membrana mukosa respirasi, saluran pencernaan atau saluran urogenital.

Kekebalan pasif lokal akan diperoleh terus menerus oleh neonatus dari induk selama neonatus disusui induk. Setelah fase kolostral selesai yaitu 72 jam pasca lahir, neonatus memperoleh kekebalan dari susu. Sebagaimana kolostrum, susu juga mengadung antibodi meski dengan kadar yang lebih rendah dibanding kolostrum.  Antibodi di dalam susu meliputi  imunoglobulin G (IgG) dan imunoglobuloin A (IgA). IgG akan didegradasi oleh asam lambung, sementara IgA tahan terhadap proses digesti dan kadang masih ditemukan di dalam feses. Antibodi dalam susu akan melindungi tubuh terhadap infeksi yang masuk melalui permukaan oral atau membrana mukosa intestinal. Organisme patogen yang termakan bersama makanan akan segera dihancurkan oleh kekebalan yang terkandung dalam susu. IgG bekerja terutama di mulut, orofaring dan esofagus. Sedangkan IgA bekerja terutama di lambung dan intestinal.

Karena sebagian besar infeksi pada neonatus bermula dari orofaring, kekebalan pasif lokal sangat penting  dalam mencegah penyakit sistemik. Kekebalan pasif lokal bekerja secara bersamaan dengan kekebalan pasif sistemik. Yang satu mencegah infeksi lokal yang lain mencegah melalui pembuluh darah. Kekebalan pasif lokal maupun kekebalan pasif sistemik secara perlahan digantikan oleh kekebalan aktif lokal. Semakin bertambah umur neonatus, 2 hingga 6 minggu, produk antibodinya terus meningkat. Antibodi ini diproduksi oleh tonsil dan gut-associated lymphoic tissue (GALT) dan hasilnya ditranspor ke saliva serta mukus sel epitel gastrointestinal, respirasi dan urogenital.

Agar kekebalan pasif lokal memberikan perlindungan, susu harus mengandung komplemen-komplemen kekebalan spefisik. Antibodi harus ada dalam susu dalam jumlah yang cukup dan kemudian susu diminum oleh neonatus dalam jumlah yang cukup. Kekebalan pasif lokal kemudian menghilang bilamana hewan disapih. Proses penyapihan biasanya berlangsung perlahan.  Setelah neonatus mencapai umur 4 hingga 6 minggu, jumlah susu yang diperoleh dari induk berangsur berkurang dan susu yang mengandung antibodi yang diterima neonatus juga berkurang. Dalam pada itu, terjadi proses transisi dari kekebalan pasif lokal digantikan kekebalan aktif lokal.

Entry filed under: hewan kesayangan, pediatrik. Tags: , , .

Batik, Warisan Dunia dari Indonesia Termoregulasi pada neonatus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kategori

Blog Stats

  • 213,259 hits

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 40 pengikut lainnya


%d blogger menyukai ini: