Pencocokan golongan darah pada anjing

Oktober 19, 2009 at 1:51 am 5 komentar


Salah satu terapi darurat bilamana terjadi perdarahan hebat pada hewan kesayangan terutama anjing atau kucing adalah dengan melakukan transfusi darah. Namun sebelum melakukan transfusi darah pada hewan kesayangan sebaiknya melakukan pencocokan golongan darah terlebih dahulu, antara darah donor dan darah resipien. Dari beberapa literatur sebetulnya dimungkinkan transfusi darah dilakukan dengan tanpa melakukan pencocokan golongan darah. Pertimbangannya adalah pada transfusi pertama kali, dianggap darah resipien belum tersensitisasi oleh darah donor seandainya darah donor tidak cocok dengan darah resipien sehingga tidak terjadi hemolisis ataupun aglutinasi. Namun langkah yang paling baik adalah melakukan pencocokan golongan darah terlebih dahulu sebelum melakukan transfusi darah. Berikut ini adalah cara melakukan pencocokan golongan darah (blood crossmacthing).

  • Ambil 2 ml sampel darah yang telah diberi antikogulan ethylendiamnetetraacetic acid (EDTA) dari donor ataupun resipien.
  • Lakukan sentrifugasi sampel darah selama satu menit pada putaran 3000 g. Ambil plasma darah.
  • Buat suspensi sel darah merah (SDM) 2% dengan mencampur 0,1 ml SDM dan 5 ml 0,9% larutan saline. Campur suspensi.
  • Sentrifus suspensi tersebut selama satu menit. Buang supernatan. Suspensikan kembali pada 5 ml 0,9% larutan saline. Sentrifus kembali dan seterusnya. Ini adalah prosedur pencucian. Lakukan sebanyak tiga kali.
  • Letakkan dua tetes plasma resipien dan dua tetes SDM donor pada tabung. Ini adalah bagian utama dalam proses pencocokan golongan darah. Kemudian letakkan dua tetes SDM resipien dan dua tetes plasma donor pada tabung yang lain. Ini adalah bagian sekunder dari pencocokan golongan darah. Campur dengan baik dan inkubasikan pada suhu kamar selama 30 menit.
  • Sebagai kontrol gunakan SDM dan plasma donor dan resipien sendiri, setelah prosedur di atas dilakukan. Sentrifus selama satu menit pada putaran 300 g. Sehingga didapat empat tabung seluruhnya.

Membaca pencocokan golongan darah. Periksa adanya aglutinasi, periksa adanya hemolisis. Letakkan setets darah pada slide dan periksan di bawah mikroskop dengan pembesaran 40x untuk melihat adanya aglutinasi.

Entry filed under: hewan kesayangan. Tags: , , .

Mencegah Penularan H1N1 Pemeriksaan Darah pada Kasus Distensi Abdomen

5 Komentar Add your own

  • 1. Amalia Kuswardani  |  Desember 14, 2009 pukul 8:26 am

    Hi Dok,
    Mestinya saya kakak kelas anda, krn saya juga alumnus FKH Unair masuk th 84.
    Boleh tahu apakah tranfusi pada hewan kesayangan (anjing&kucing) sudah sering dilakukan di SBY?
    Saya sangat concern mengenai hal ini karena meskpun saya saat ini bukan praktisi tapi saya baru tahu kalau di RSH di jakarta tranfusi adalah hal yang sangat jarang dilakukan, informasinya beberapa kali dilakukan tapi tidak berhasil.Padahal yang saya tahu di luar negri,bahkan di Thailand hal ini sudah sangat biasa dilakukan.
    Apa ya dok kendalanya disini sehingga kita tertinggal jauh dari negara tetangga…
    PS(Saya punya hewan kesayangan yang mungkin one day juga akan memerlukan tranfusi)

    Salam,
    Amalia

  • 2. triakoso  |  Desember 15, 2009 pukul 4:39 am

    Hi juga dokter Amalia. Berarti anda angkatan Drh. Budianto, Drh. Yudha Satya Wardhana, Drh. Sunarno…ya. Maaf karena saya tidak mengenal seluruh angkatan 84 . Terima kasih sudah kontak dan kita ketemu dalam forum ini. Tranfusi pada hewan kesayangan, anjing-kucing di Surabaya juga belum dilakukan secara intens. Saat ini sebetulnya masih dalam tahap penelitian. Beberapa bimbingan saya tertarik untuk menekuni perihal golongan darah pada hewan kesayangan dan akhirnya membuat saat jg mempelajari lebih dalam, termasuk sedang menyiapkan buku tentang golongan dan transfusi pada hewan kesayangan. Banyak kendala yang dihadapi dalam transfusi darah pada hewan kesayangan. Pada anjing ada 13 golongan darah, namun yg umum ada 8 golongan darah. Pada kucing ada 3 yaitu A, B dan AB. Baik pada anjing atau kucing golongan darah ini tidak sama dengan gol darah manusia. Pada anjing yg perlu diwaspadai adalah gol darah DEA 1.1, DEA 1.2 serta DEA 7 sedangkan pada kucing adalah golongan darah B. Hal tersebut karena dapat bersifat imunogenik dan menyebabkan reaksi transfusi yg bersifat fatal. Oleh sebab itu sangat diperlukan untuk melakukan pemeriksaan golongan darah (blood typing) serta pencocokan golongan darah (blood cross matching) bila akan melakukan transfusi, agar darahnya cocok dan tidak terjadi reaksi transfusi yg bersifat fatal.
    Sayangnya teknik untuk melakukan blood typing (termasuk reagensianya) belum ada di Indonesia dan harus diimport. Tentu saja investasi ini tidak murah, apalagi bila tidak ada usernya. Belum lagi untuk transfusi diperlukan donor, diperlukan keahlian dalam mengkoleksi darah, skrining donor agar tidak terjadi penularan penyakit melalui darah, penyimpanan darah yg sudah dikoleksi dan keterbatasan daya simpan darah (maksimal 30-an hari dalam larutan dan antikoagulan yg sesuai). Semua itu membutuhkan investasi dan analisa ekonomis untuk bisa menyelenggarakan transfusi darah. Selain masih ada alternatif lain untuk memperbaiki kondisi akibat penyakit selain harus melakukan transfusi darah.
    Informasi tersebut banyak saya tuangkan dalam buku yang rencananya segera saya terbitkan. Mudah-mudahan bisa memahami lebih dalam tentang golongan darah pada hewan kesayangan termasuk kaitannya dengan breeding pada anjing atau kucing. Beli bukunya ya….

    Salam
    Nusdianto Triakoso

  • 3. amalia kuswardani  |  Januari 7, 2010 pukul 7:57 am

    Hi dok, thanks infonya. Sepertinya tranfusi darah di hewan kesayangan di Indonesia masih jauh ya…gimana nih dengan AFTA 2010 dimana dokter hewan asing bisa buka praktik di Ind? dengan keterbatasan2 kita apakah kita optimis bisa punya daya saing?
    Satu lagi concern saya adalah pemeriksaan Tick Borne Disease, di RS Hewan yang dilakukan hanya preparat ulas dan belum ada pemeriksan hematologi lain selain itu ,padahal kasus Erlichiasis, Lyme mestinya cukup tinggi karena camplak ada dimana2. Meskipun asymptomatis TBD dalam jangka panjang kalau tidak ditreatment bisa fatal.
    Apakah di parasitologi FKH Unair bisa test Erlichia canis dok?
    Kalau bisa saya mau kirim sample nih…
    Saya sempat tanya ke Asosiasi dokter hewan Singapura dan disana sudah ada fasilitasnya, cuma kalau mau kirim sample aturannya banyak banget.

    Salam,
    Amalia

  • 4. triakoso  |  Januari 11, 2010 pukul 6:45 am

    Betul. Memang kendala untuk bisa melakukan transfusi darah sangat besar. Yang paling awal harus melakukan pemeriksaan darah (blood typing), agar darahnya cocok harus melakukan pencocokan golongan darah (blood crossmatching), agar transfusi aman harus periksa penyakit tertentu bagi donor, belum lagi harus menyimpan darah yang sudah dikoleksi dengan segala perangkatnya (blood bag, refrigerator, dll). Sementara kasus yang dihadapi tidak banyak, selain untuk mengatasi problema hematologi bisa ditempuh cara lain yang lebih efisien.
    Dalam menegakkan diagnosis Ehrlichiosis kita tidak hanya didasarkan pada pemeriksaan Ehrlicia saja, kita seringkali melakukan pemeriksaan hematologi dengan interpretasinya. Sepertinya Parasitologi FKH Unair bisa melakukan pemeriksaan tersebut.
    Kondisi AFTA ini juga harus menjadi perhatian sejawat dokter hewan, baik organisasi ataupun perorangan. Namun bila merujuk kepada filosofi kita bahwa “yang menjadi raja adalah pasien”, rasanya tidak ada masalah. Dahulu sebelum banyak praktisi dokter hewan, yg praktek hanya kita (sejawat klinik FKH), ada kekuatiran “kue klien” ini habis bila yang praktek tambah banyak. Nyatanya tidak, karena masing-masing punya segmen pasar sendiri. Yang penting dalam dunia praktisi sebetulnya adalah kualitas pelayanan yang diberikan pada klien, karena profesi kita di bidang jasa.

  • 5. amalia kuswardani  |  Februari 10, 2010 pukul 7:21 am

    Hi dok,

    Apakah pemeriksaan hematologi yang dilakukan bisa dilakukan di FKH Unair untuk TBD seperti yang di IDEXX?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kategori

Blog Stats

  • 213,081 hits

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 40 pengikut lainnya


%d blogger menyukai ini: