Waspada, Anjing Sudah Mulai Keluar Bali

November 18, 2009 at 3:10 am 1 komentar


Kita semua sudah tahu bahwa Bali saat ini dilanda rabies. Rabies adalah salah satu penyakit zoonosis yang ditakuti manusia. Beberapa langkah diupayakan agar rabies di pulau Bali segera dapat diatasi, baik melalui vaksinasi anti rabies atau stamping out, eliminasi atau apapun namanya, terhadap anjing liar yang tidak ada pemiliknya dibunuh. Hal ini untuk memutus mata rantai penularan rabies. Meskipun sebetulnya rabies tidak hanya menyerang pada anjing saja. Rabies dapat juga menyerang hewan hewan lain, seperti sapi, babi, kucing, kera, monyet, kelelawar termasuk manusia dan semua itu juga berpotensi menularkan rabies.

Beberapa kabar sudah mulai tersiar adanya upaya untuk menyelundupkan anjing dari Bali keluar dari pulau Bali. Bali Post pada hari Senin, 16 Nopember 2009 menyebutkan ada 45 ekor anjing (DetikSurabaya menyebutkan 50 ekor anjing) yang dicoba diselundupkan keluar Bali menuju Jawa. Untungnya upaya tersebut dapat dicegah. Hal ini memang terkait dengan upaya-upaya pemberantasan tadi. Ada oknum yang memanfaatkan atau merasa “eman atau sayang” bila anjing-anjing liar dibunuh begitu saja atau merasa takut anjingnya yang di Bali tertular rabies kemudian diungsikan ke luar Bali, sebagai komoditas bahan kuliner atau alasan-alasan lain.

Bila hal ini tidak dipahami benar, maka upaya pemerintah untuk memberantas rabies di Bali akan menghadapi kendala, termasuk pemerintah daerah disekitarnya. Karena kalau memang betul ada upaya menyelundupkan anjing keluar dari pulau Bali maka daerah tujuan penyelundupan menjadi daerah yang berisiko tertular rabies. Bisa jadi anjing yang keluar pulau Bali tersebut juga menderita rabies dan berpotensi menularkan rabies di daerah tujuan.

Oleh sebab itu, kepada pemerintah daerah di sekitar Bali seperti Banyuwangi, Situbondo, Nusa Tenggara Barat atau daerah lain yang masih berdekatan harus waspada terhadap fenomena ini, termasuk juga pada dinas terkait seperti dinas peternakan ataupun karantina hewan. Tentu saja tindakan penyidikan atau surveillance harus tetap dijalankan sekaligus memperketat pemeriksaan lalu lintas hewan. Waspadai juga hewan-hewan lain tidak hanya anjing yang harus menjadi perhatian, karena rabies tidak hanya menyerang anjing. Masyarakat juga diminta untuk meningkatkan pengetahuannya tentang rabies dan penularannya serta bagaimana atau apa yang harus dilakukan bila menemukan hewan kesayangannya menunjukkan gejala rabies. Termasuk juga harus kooperatif dalam tindakan vaksinasi, memahami betul larangan membawa hewan, keluar masuk daerah yang dinyatakan bebas rabies. Mudah-mudahan tulisan ini mengingatkan siapa saja untuk sesegera mungkin dapat memberantas rabies yang sedang merebak di Bali dan tidak justru meluas ke daerah sekitar.

Entry filed under: hewan kesayangan, penyakit, veteriner, zoonosis. Tags: , .

Golongan darah pada kucing Sumpah Dokter Hewan

1 Komentar Add your own

  • 1. Bali Tour Service  |  Desember 11, 2014 pukul 11:23 pm

    I enjoy reading through an article that will make people think.
    Also, thank you for permitting me to comment!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kategori

Blog Stats

  • 213,081 hits

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 40 pengikut lainnya


%d blogger menyukai ini: