Pengamatan Kesehatan Hewan pada Ternak Kurban

November 19, 2009 at 3:07 am 3 komentar


Tinggal beberapa hari ke depan kita akan merayakan Hari Raya Idul Adha. Hari Raya Idul Adha identik juga dengan Hari Raya Kurban. Pada hari tersebut akan disembelih hewan-hewan kurban. Saat ini, telah banyak penjual ternak kurban di berbagai tempat. Ada persyaratan yang harus dipehuni sehingga ternak kurban layak untuk dijadikan hewan kurban, antara lain hewan atau ternak sudah cukup umur, tidak cacat dan harus sehat.

Selalu jadi pertanyaan bagi masyarakat awam, bagaimana mengetahui bahwa ternak yang akan dibeli tersebut sehat. Dengan demikian juga tidak menjadi bulan-bulanan informasi yang tidak berdasar misal isu penyakit antraks dan lain-lain.

Saya ingin berbagi pengetahuan agar masyarakat awam mengetahui secara mudah membedakan hewan atau ternak yang sehat dan sakit. Bila harus melakukan pemeriksaan sebagaimana praktisi klinik baik dokter hewan atau paramedis tentu sangat rumit. Namun ada beberapa hal yang bisa dijadikan pedoman, secara inspeksi atau pengamatan tanpa harus memeriksa lebih detail.

Beberapa pengamatan yang harus dilakukan antara lain :

  • Secara umum hewan sehat pasti alert atau waspada. Biasanya akan segera bereaksi bila ada rangsangan, baik didekati atau dipegang. Bila lesu,  pasti hewan tidak cukup sehat. Ternak kurban biasanya gemuk, sehingga bisa diamati secara sepintas tidak ada tulang-tulang yang menonjol, baik di daerah panggul atau punggung. Bila tida cukup jelas (karena rambut/bulunya panjang) bisa diraba pada daerah pungung dan panggul. Bila sangat mudah diraba adanya tulang berarti hewan tidak cukup gemuk.
  • Amati bahwa tidak ada benjolan yang tidak wajar di bagian tubuh manapun, kaki, di sekitar perut atau daerah kepala.
  • Amati cara ternak bernafas. Pada kondisi normal atau sehat, ternak akan bernafas normal, rileks, perlahan dan tidak tampak ada kesulitan bernafas. Kesulitan bernafas biasanya ditunjukkan dengan hewan menjulurkan leher dan membuka mulut. Atapun ada gerakan yang tidak wajar saat membuang nafas atau menarik nafas. Bila ditemukan gejala demikian berarti hewan tidak sehat.
  • Amati pada daerah belakang (pantat) tidak ada kotoran atau bekas kotoran. Pada hewan yang diare, biasanya akan tampak kotoran di sekitar anus bahkan pada hampir seluruh pantat dan ekor. Bila ada berarti hewan tidak sehat.
  • Perhatikan daerah kepala. Amati mata. Mata harusnya jernih dan bercahaya serta tidak ada kotoran di sudut-sudut mata atau bengkak di sekitar mata. Hidung bersih dan tidak ada kotoran, baik lendir yang kental bahkan berbau atau berwarna kekuningan atau kehijauan atau bercampur darah. Cermin hidung juga harus basah. Bila cermin hidung kering berarti juga hewan tidak sehat. Pada kambing amati juga di sekitar mulut. Mulut harus bersih, tidak tampak bengkak dan tidak ada bentukan keropeng.
  • Untuk memeriksa umur, bisa dibantu penjual untuk membuka bibir ternak dan menunjukkan giginya. Gigi ternak setidaknya sudah tanggal satu buah dan diganti dengan gigi tetap. Gigi tetap berukuran besar. Sehingga akan tampak sepasang gigi seri yang jauh lebih besar dibanding gigi-gigi seri lain di sebelahnya.

Mudah-mudahan informasi tersebut membantu dan bisa dijadikan pedoman untuk dapat memilih ternak kurban yang sehat bagi masyarakat awam.

Entry filed under: penyakit, ternak, veteriner. Tags: .

Sumpah Dokter Hewan Ternyata Anjing Juga Perlu Gosok Gigi

3 Komentar Add your own

  • 1. sobatsehat  |  Maret 16, 2010 pukul 8:11 am

    terima kasih info yang bermanfaat ini.

  • 2. triakoso  |  Maret 19, 2010 pukul 8:11 am

    Terima kasih komentarnya. Senang saya bisa membantu….

  • 3. Bunda Atika  |  November 5, 2011 pukul 1:22 pm

    sapi korban

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kategori

Blog Stats

  • 213,259 hits

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 40 pengikut lainnya


%d blogger menyukai ini: