Golongan Darah Kucing

Juni 14, 2010 at 4:01 am 2 komentar


Berdasarkan hasil polling golongan darah pada kucing sementara ini, tampak bahwa belum banyak yang mengetahui golongan darah pada kucing. Hasil polling hingga tanggal 14 Juni 2010 menunjukkan bahwa yang memilih ada 2 golongan darah pada kucing 8% (2 voter), tiga golongan darah pada kucing 31% (8 voter), empat golongan darah kucing 15% (4 voter) dan satu golongan darah kucing 46% (12 voter).

Berikut ini adalah penjelasan berkaitan golongan darah pada kucing yang diambil dari sebagian tulisan di buku yang akan saya terbitkan. Termasuk ini juga menjawab beberapa pertanyaan atau komentar polling golongan darah kucing.

Pengolongan darah pada kucing lebih sederhana dibanding penggolongan darah anjing. Penggolongan darah pada kucing menggunakan sistem AB. Pada mulanya Ingelbringsten yang disitasi Ottebberg dan Thalhimer pertama kali menyatakan adanya isoaglutinin alami pada kucing, dan tidak sama dengan golongan darah ABO pada manusia. Holmes (1950) kemudian melaporkan ada dua kelompok golongan darah pada kucing yaitu yang dinyatakan sebagai darah O yang mengandung isoaglutinin di dalam serum dan yang mempunyai antigen di dalam eritrosit, diberi nama EF. Eyquem, Podliachuk dan Millot (1962) menyatakan ada dua antigen, A dan B, dan pernyataan adanya antigen ini identik dengan antigen O dan EF yang disampaikan Holmes. Dan penamaan atau nomenklatur tersebut akhirnya digunakan seterusnya hingga saat ini, sistem AB.

Penggolongan darah menggunakan sistem AB ini kemudian dilanjutkan dengan penelitian yang lebih detail baik menyangkut genetik maupun serologis. Pada mulanya ditemukan 73,3% A dan 26,3% B pada survey di Brisbane terhadap 1895 kucing dan fenotip baru yaitu AB baru ditemukan dengan insidensi rendah yaitu 0,4%. Berdasarkan uji serologi dan keterbatasan informasi keluarga, golongan darah AB ini diduga karena keturunan dan bukan karena chimaerisme darah. Pada penelitian tersebut juga diketahui bahwa 95% kucing dengan golongan darah B mempunyai antibodi alami anti-A dan hanya 35% kucing dengan golongan darah A mempunyai antibodi anti-B. Penelitian tersebut juga tidak menemukan adanya subgrup antigen A atau B dan tidak ada substansi golongan darah dari saliva pada 37 kucing yang diperiksa. Penelitian ini juga menunjukkan tidak ada hubungan serologis antigen A dan B dengan antigen ABO pada manusia (Aur dan Bell, 1981). Diketahui bahwa golongan darah A pada kucing menunjukkan adanya N-glyconylneuraminic acid, sedangkan golongan darah B menunjukkan adanya N-acetylneuraminic acid (Bucheler and Giger, 2004).

Antigen eritrosit

Sebagaimana pada anjing, golongan darah ini ditentukan berdasarkan antigen atau protein marker yang ada pada permukaan eritrosit. Saat ini golongan darah pada kucing hanya terdiri dari 3 golongan yaitu A, B dan AB. Kucing dengan golongan darah A bisa mempunyai genotip homosigot A/A atau heterosigot A/B, kucing golongan darah B mempunyai genotip homosigot B/B dan kucing golongan darah AB. Allele A lebih dominan dibanding allele B dan fenotip AB adalah hasil dari allele ketiga yang mengekspresikan co-dominant A dan B. Allele AB resesif terhadap allele A tapi dominan terhadap allele B (Griot-Wenk et al., 1996; Hohenhaus, 2004). Penelitian Green et al. (2005) menunjukkan bahwa sedikitnya ada dua fenotip pada darah AB kucing, yang berbeda jumlah antigen A yang terekspresi pada permukaan eritrosit.

Sebagaimana pada manusia, antigen golongan darah kucing ditentukan oleh karbohidrat spesifik di membran eritrosit. N-glycolyl-neuraminic acid menentukan antigen A dan N-acetyl-neuraminic acid menetukan antigen B. Jumlah kedua karbohidrat ditemukan pada eritrosit golongan darah AB. Kucing bergolongan darah B tidak mempunyai enzim hidroksilase yang mampu mengubah N-acetyl-neuraminic acid menjadi N-glycolyl-neuraminic acid. Antigen golongan darah ini diturunkan pada autosom, dimana A lebih dominan terhadap B (Butler et al., 1991a).

Namun sebetulnya penamaan golongan darah AB masih membingungkan, karena golongan darah ini bukan merupakan kodominan A atau B. Saat ini penulisan allele untuk golongan darah A pada kucing adalah AA (A/A) atau AB (A/B), allele golongan darah B pada kucing dituliskan BB (B/B). Kucing dengan dengan golongan darah A yang mempunyai allele AB (heterosigot) tidak sama dengan kucing bergolongan darah AB. Beberapa tulisan yang berasal dari Veterinary Genetic Laboratory UC Davis menyatakan bahwa sedang ditawarkan untuk menyatakan genotip allele golongan darah pada kucing. A untuk menyatakan golongan darah A, a untuk menyatakan golongan darah AB dan b untuk menyatakan golongan darah B. Secara genetik kucing bergolongan darah A mempunyai allele A/A atau A/a atau A/b, dan kucing bergolongan darah B mempunyai allele b/b. Sedangkan kucing bergolongan darah AB mempunyai allele a/a.

Golongan darah A umum ditemukan pada kucing meski frekuensinya bervariasi pada tiap breed dan lokasi geografis. Sampai saat ini diketahui breed yang tidak mempunyai golongan darah B adalah Siamese, Burmese, Russian blue, Ocicat dan Oriental Shorthair, Cornish rex dan Devon rex. Dan breed yang insidensinya tinggi (lebih dari 60%) bergolongan B adalah Exotic Shorthair, British Shorthair, Cornish rex dan Devon rex. Adanya golongan darah AB masih belum banyak diketahui. Insidensi kucing bergolongan darah AB sangat jarang, kurang dari 1 %.

Pemeriksaan genetik terhadap golongan darah kucing menunjukkan bahwa allele b resesif berkaitan dengan serotipe B. Kucing yang mempunyai dua kopi allele b dinyatakan bergolongan darah B. Kucing yang mempunyai satu allele b masih dapat dibedakan dan kemungkinan kucing tersebut bergolongan A atau AB. Karena pemeriksaan DNA tidak dapat membedakan kucing golongan darah A atau AB, allele non-b dilaporkan sebagai N.  Jadi dimungkinkan kucing tersebut bergolongan A atau AB.

Sebagian besar kucing mempunyai golongan darah A termasuk di Amerika Serikat (Giger et al., 1989), di Amerika Serikat hampir 99% kucing bergolongan darah A. Namun persentase kucing yang mempunyai golongan darah B meningkat di negara-negara lain, misalnya Australia.  Golongan darah A banyak ditemukan pada hampir semua Domestic shorthair (DSH) dan Domestic longhair (DLH). Seluruh kucing Siamese, Burmese dan Tonkinese mempunyai golongan darah A. Golongan darah B lebih banyak ditemukan pada kucing-kucing ras murni seperti British shorthair, Birman, dan Rex (20%), Abyssianian, Persian, Somali (11-20%) dan beberapa Domestic shorthair. Penelitian Gunn-Moore (2009) menunjukkan bahwa 100% kucing Bengal di Ingggris mempunyai golongan darah A. Hasil tersebut berbeda dengan peneliti sebelumnya yang menyatakan 10 kucing Bengal mempunyai golongan darah A, empat mempunyai golongan darah B dan satu bergolongan darah AB.

Penelitian Knottenbelt et al. (2008) pada pemeriksaan golongan darah pada 139 non-pedigree dan 207 pedigree menunjukkan pada pedigree diketahui 87,1% golongan darah A, 7,9 golongan darah B dan 0,5 golongan darah AB. Sedangkan pada pedigree diketahui 54,6% golongan darah A dan 40,1% golongan darah B dan 5,3 % golongan darah AB. Sebagian besar pedigree yang diperiksa adalah British shorthair. Pada British shorthair diketahui 39,7% golongan darah A, 58% golongan darah B dan 1,6% golongan darah AB. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa golongan darah AB yang ditemukan lebih tinggi dibanding yang pernah dilaporkan. Golongan darah AB merupakan golongan darah yang jarang ditemukan pada kucing.

Peneliti-peneliti dari Dr. Leslie Laboratorium Lyon di UC Davis baru-baru ini menemukan gen dan mutasi yang berkaitan dengan golongan darah B. Penelitian ini mengembangkan uji diagnostik DNA. Hewan dapat diperiksa melalui swab buccal pada umur yang sangat muda. Hal ini sangat berguna bagi breeder dengan melakukan pemeriksaan ini untuk melakukan seleksi pasangan induk agar tidak terjadi neonatal isoeritrolisis.

Greene (2009) menyatakan pada pemeriksaan beberapa ratus kucing sphinx dengan diagnostik DNA, dimana hasil allele DNA sudah dikompilasi oleh Dr. Melba Ketchum ditemukan sebanyak 46,4% bergolongan darah A dengan allele AA dan 37,7% bergolongan darah A dengan allele AB atau keseluruhan kucing Sphinx bergolongan darah A adalah 84,1%. Sedangkan kucing sphinx bergolongan darah B dengan allele BB sebanyak 15,9%.

Selain ditemukan golongan darah baru pada anjing, yang diberi Dal pada anjing Dalmatian (Butler et al., 2007), pada kucing juga ditemukan golongan darah baru yang diberi nama Mik. Weinstein et al. (2007) menemukan bahwa plasma 3 dari 65 kucing dan satu kucing resipien transplantasi renal menunjukkan ketidakcocokan golongan darah setelah diuji menggunakan reagensia uji golongan darah sistem AB. Plasma kucing tersebut mengindikasikan membentuk alloantibodi terhadap antigen erirosit. Tidak adanya antigen eritrosit Mik berkaitan dengan alloantibodi anti-Mik dan dapat menyebabkan reaksi trasnfusi hemolitik akut setelah diberi transfusi darah yang cocok.

Entry filed under: hewan kesayangan. Tags: .

Ubuntu 10.4 memang ciamik Seberapa sering membersihkan gigi hewan kesayangan?

2 Komentar Add your own

  • 1. decouvrez le chat british shorthair  |  Februari 28, 2016 pukul 8:53 pm

    Féliciation ça fait environs deux heures aujourd’hui sur le web.
    Et je dois reconnaître que l’article est
    complet.

    selon moi le le shorthair british. Est l’un des plus merveilleux chat.

    Tellement doux

  • 2. triakoso  |  Februari 29, 2016 pukul 12:21 pm

    Thank you very much for your comment, decouvrez le chat british shorthair.
    Merci beaucoup…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kategori

Blog Stats

  • 213,081 hits

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 40 pengikut lainnya


%d blogger menyukai ini: