Intoksikasi Ibuprofen pada Kucing

Oktober 25, 2010 at 2:10 am Tinggalkan komentar


Intoksikasi atau keracunan dapat terjadi pada 3 obat analgesik yang umum dipakai yaitu  ibuprofen, aspirin atau acetaminofen. Intoksikasi ini dapat terjadi bilamana kucing tersebut memakan atau memperoleh pengobatan ulangan atau diberikan dalam dosis yang berlebihan. Pada paparan akut, dimana pemberian biasanya overdosis pada ketiga obat tersebut karena jumlah pemberiannya, sementara pada paparan kronis, terapi menggunakan aspirin atau ibuprofen akan menyebabkan gastrik ulserasi atau nefropati. Ibuprofen tidak disarankan diberikan pada anjing atau kucing apalagi diberikan dalam jangka waktu yang lama karena dapat memicu terjadinya ulserasi pada lambung. Meski ada proses adaptasi mukosa lambung pada pemberian ulangan, namun sebagain besar terapi berulang menggunakan aspirin dapat menyebabkan gastrik ulser. Pemberian prostaglandin analog seperti misoprostol secara simultan dapat mengurangi risiko. Bilamana terjadi ingesti ibuprofen atau aspirin, terapi simptomatis dan suportif sangat diperlukan sebagai bagian prosedur dekontaminasi. Gastrointestinal protektan dan terapi cairan secara intravena dengan natrium bikarbonat sangat dianjurkan. Acetaminophen toksikosis biasanya berkaitan dengan ingesti tunggal yang akut. Target utama acetaminofen adalah hepar dan sel darah merah pada anjing dan kucing. Karena gejala yang bersifat progresif pada overdosis acetaminofen, sangat dianjurkan pemberian N-acetylcysteine, meskipun dari anamnesia atau sejarahnya tidak cukup jelas. Kucing yang memperoleh ibuprofen bisa mengalami efek devastating. Gejalanya meliputi ulserasi dan perdarahan pada lambung serta gagal ginjal. Dalam beberapa kasus terjadi kematian mendadak bilamana kucing tidak segera memperoleh terapi. Untungnya, peringatan sederhana dan terapi medis dapat dilakukan sehingga tidak terjadi kejadian tersebut.

Gejala Klinis. Anoreksia atau tidak mau makan, dehidrasi dan lemah adalah gejala yang sering ditemukan pada kucing yang mengkonsumsi ibuprofen. Perhatikan adanya letargi yang tidak biasanya terjadi. Pada kasus yang berat atau parah (misal, overdosis, atau kucing tersebut dibiarkan tidak diterapi) akan melanjut disertai dengan gejala seizure atau kejang. Kucing biasanya akan muntah segera setelah memperoleh ibuprofen. Biasanya kucing akan memuntahkan obat yang baru dimakan dan tampak belum terdigesti. Meskipun demikian, kucing harus sesegera mungkin dibawa ke dokter hewan untuk memperoleh tindakan perawatan. Jika obat sudah menyebar ke seluruh tubuh, kucing biasanya akan menunjukkan adanya melena, feses yang berwarna coklat tua atau hitam, lembek bercampur darah yang sudah tercerna ataupun muntah darah.

Diagnosis. Kucing akan mengalami rasa sakit pada abdomen akibat pemberian ibuprofen. Untuk mengetahui tingkat kerusakan yang ditimbulkan lakukan pemeriksaan darah. Hasil pemeriksaan menunjukkan terjadinya anemia. Selain itu juga ditemukan gejala gagal ginjal atau perdarahan akibat ulserasi.

Terapi. Jika diketahui kucing mengkonsumsi ibuprofen dalam 2 jam pertama, berikan karbon aktif. Jika kucing dirawat intensif atau diopname, biasanya diberikan antasida dan terapi cairan. Kerusakan pada lambung bisa bersifat reversibel jika kerusakan tidak sampai menembus epitel. Pembedahan hanya diperlukan bila ulserasi telah mencapai submukosa dan menyebabkan kerusakan pembuluh darah serta terjadinya perdarahan. Rawat inap selama beberapa hari dapat segera membantu pemulihan.  Kerusakan pada renal biasanya bersifat permanen.

Pencegahan. Ibuprofen sebaiknya hanya digunakan untuk manusia. Kucing lebih peka terhadap ibuprofen dibanding anjing. Sebaiknya tidak memberikan ibuprofen pada hewan apapun. Bila di rumah, simpan obat-obatan pada tempat yang aman dan tidak mungkin dijangkau hewan kesayangan kita. Pastikan bahwa obat-obatan tersebut mempunyai label yang jelas.

Entry filed under: hewan kesayangan, penyakit. Tags: .

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431H Pain Assessment dan Analgesik pada Hewan Coba

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kategori

Blog Stats

  • 212,472 hits

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 40 pengikut lainnya


%d blogger menyukai ini: