Bisakah Jersey Menggeser Dominasi FH?

Maret 20, 2014 at 7:25 pm 8 komentar


Sapi perah bangsa Frisian Holstein (FH) mendominasi peternakan sapi perah di hampir di seluruh pelosok dunia. Sapi perah hitam putih ini sebetulnya punya pesaing yang sangat ketat dari performa reproduksi maupun produksinya, yaitu sapi perah bangsa Jersey.

Banyak keunggulan-keunggulan sapi perah Jersey ini dibanding sapi perah yang lain. Namun sayangnya sapi perah ini belum banyak dilirik untuk dikembangkan secara maksimal.

Sapi perah Jersey ini tergolong sapi perah yang kecil, berasal dari daerah Jersey di Inggris. Sapi ini berwarna kecoklatan, kadang agak coklat tua di daerah kepala dan lebih muda di daerah perut. Namun ciri khasnya adalah mempunyai moncong berwarna hitan dengan warna putih di sekitarnya.

Sapi perah Jersey ini tergolong sapi yang tenang, kalem dan jinak, namun agak sedikit mudah nervous dibanding sapi perah lain. Sapi Jersey betina mempunyai berat sekitar 400-500 kg sedangkan Jersey jantan bisa mencapai 540-750 kg.

Dibanding sapi lain, susu sapi Jersey mempunyai kandungan yang lebih baik. Kandungan lemaknya lebih tinggi, sehingga bagus untuk dibuat mentega atau keju. Berdasarkan  American Jersey Cattle Association (AJCA), susu sapi Jersey mempunyai kandungan protein 15-20 persen lebih tinggi, mempunyai kandungan kalsium 15-18 persen lebih tinggi, mempunyai kandungan fosfor 10-12 persen lebih tinggi dibanding susu sapi yang lain termasuk kandungan vitamin B12.

Dalam hal produksi susu, Sapi Jersey memproduksi susu jauh lebih tinggi perkilogram berat badannya dibanding sapi perah lain. Sapi perah Jersey ini mampu mencapai produksi susu 5000 kg per ekor pertahun. Pada sapi perah Jersey yang bagus bahakna bisa mencapai 9000 kg atau lebih per ekor pertahun. Dan karena ukuran badannya kecil, dengan jumlah pakan yang lebih sedikit sapi perah Jersey memproduksi susu lebih banyak bila dibandingkan dengan sapi perah lain. Kebutuhan pakan sapi perah Jersey ini hanya 80 persen dari kebutuhan pakan sapi perah FH.

Dalam urusan reproduksi, Jersey juga termasuk bagus. Berdasarkan AJCA, masalah yang terkait dengan kesulitan kelahiran sangat rendah yaitu dibawah 1 persen. Sapi dara Jersey memasuki masa reproduksi jauh lebih cepat dibanding sapi-sapi yang lain, sehingga bisa dikawinkan dan diperah susunya lebih awal dari sapi perah yang lain. Menurut Jersey Cattle Society, sapi perah Jersey sudah beranak pada umur 19-20 bulan. Sapi Jersey mempunyai tingkat fertilitas yang tinggi. Sapi perah Jersey  juga mempunyai lama waktu berproduksi lebih lama dibanding sapi perah yang lain.

Sapi Jersey juga mempunyai daya adaptasi yang tinggi termasuk beradaptasi pada lingkungan yang panas atau tropis. Penelitian di Denmark menunjukkan bahwa sapi perah Jersey ini juga lebih tahan penyakit dibanding sapi perah yang lain. Sapi perah ini mampu berkembang dengan baik dengan bermacam bentuk pemeliharaan baik dikandangkan maupun dilepas pada padang gembalaan.

Saat ini sapi Jersey sudah banyak ditemukan di Australia, Kanada, Denmark, Selandia Baru, Afrika Selatan, Zimbabwe, Amerika Serikat dan tentu saja di Inggris.

Sebagai bekas jajahan Inggris, Sapi Jersey dibawa ke India dan dikawinsilangkan dengan bangsa sapi Asia untuk meningkatkan kualitas produksi susu.  Sapi perah Jersey ini mampu beradaptasi dengn baik pada kondisi terpanas di beberapa daerah di Brazil.

Sepertinya sapi perah ini juga cocok untuk dikembangkan di Indonesia, dimana umumnya dalam bentuk peternakan rakyat yang jumlah pemeliharaannya tidak banyak. Dan karena kecil ukurannya serta kebutuhan pakan tidak sebanyak sapi perah FH, maka lebih mudah memelihara dengan produksi susu yang bagus dan tinggi, yang tentu saja akan memberikan hasil pendapatan yang lebih tinggi pula.

Entry filed under: ternak, veteriner. Tags: , .

Veterinary Surgery Small Animal Jersey Holstein Crossbred

8 Komentar Add your own

  • 1. inayah  |  Maret 25, 2014 pukul 3:06 pm

    mantaf pak..
    kapan ya masuk di indonesia?

  • 2. triakoso  |  Maret 25, 2014 pukul 7:10 pm

    Tidak tahu. Harusnya pemerintah mendorong, menawarkan, membuat percontohan (demo plot), agar masyarakat tertarik. Kemudian mau mencoba memelihara ternak dimaksud, Selanjutnya juga dilakukan pembinaan-pembinaan…Kalau tidak ada dorongan, maka tidak akan pernah ada yang mau memperhatikan, untuk memelihara ternak tersebut karena keterbatasan informasi….

  • 3. shampo noni bsy  |  Juni 26, 2014 pukul 11:57 am

    wahhhhhh kalo di indonesia mah ga ada ya gan sapi seperti itu..
    emang ad beberapa macam sapi sih gan?
    soalnya yang saya tahu cuman yang berwarna hitam putih saja..
    makasih😉

  • 4. mobil datsun bandung  |  April 10, 2015 pukul 11:39 am

    kapan ya bisa masuk ke Indonesia?

  • 5. triakoso  |  April 14, 2015 pukul 6:58 pm

    Kabarnya sudah ada beberapa peternak sapi perah, yang saya tahu di Jawa Timur telah memeihara sapi Jersey ini. Kita tungu perkembangannya lebih lanjut…

  • 6. triakoso  |  April 14, 2015 pukul 7:00 pm

    Kalau di seluruh dunia, ada banyak sekali bangsa sapi perah…shampo noni bsy….ada Fresian Holstein (FH) yang hitam putih, Jersey, Ayrshire, Brown Swiss, Sahiwal, dll..
    Lain waktu akan saya kupas satu demi satu…

  • 7. R Wisman Djaja  |  Juni 3, 2015 pukul 11:27 am

    Bisakah saya contact bapak ?
    Wisman

  • 8. triakoso  |  Juli 6, 2015 pukul 11:36 pm

    Maaf, saya lama tidak buka laman. Cukup sibuk belakangan ini.
    Saya staf pengajar di FKH Unair
    Bisa kontak saya melalui email: triakoso@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kategori

Blog Stats

  • 213,081 hits

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 40 pengikut lainnya


%d blogger menyukai ini: