Tips Mudah Memilih Hewan Qurban Yang Sehat

September 22, 2015 at 10:19 pm 1 komentar


Hari-hari menjelang Hari Raya Qurban selalu diwarnai dengan banyaknya penjual hewan qurban dan aktifitas jual beli hewan qurban. Bagi yang sudah terbiasa berkutat dengan hewan ternak, tentu tidak menjadi masalah untuk memilih atau menilai hewan sehat. Namun bagi yang tidak pernah pernah berkecimpung dengan ternk tentu ada sedikit kerepotan dalam menentukan, memilih hewan qurban yang sehat. Meskipun biasanya hewan-hewan qurban yang ditawarkan sudah terpilih, dipilih yang gemuk dan sehat untuk dijual sebagai hewan qurban, tidak jarang juga hewan menjadi sakit karena kelehahan perjalanan, pakan yang terbatas selama dijajakan dan kondisi cuaca.

Berikut ini tips mudah bagi masyarakat awam dalam memilih hewan qurban yang sehat. Ketentuan hewan qurban sesuai ajaran agama juga tidak bisa dikesampingkan, selain masalah kesehatan tersebut. Hewan qurban merupakan hewan jantan yang sudah dewasa, tidak cacat dan sehat.

  • Untuk menentukan jenis kelamin ternak, tentu mudah dlakukan. Hewan jantan gmempunyai kalmin yang jelas berbeda dengan ternak betina. Ternak jantan mempunyai penis yang cukup panjang berada hingga di bagian perut dan skrotum yang berada dipangkal pahanya.
  • Menentukan atau menduga umur ternak, dapat diperkirakan dengan melihat giginya. Gigi yang diamati adalah gigi seri, gigi bagian depan rahang. Bisa dilakukan dengan meminta bantuan penjual atau peternak membuka sedikit bibir bawah agar gigi serinya tampak. Pada ternak gigi seri hanya berkembang pada rahang bawah. Dikatakan dewasa, bila ternak setidaknya telah berganti sepasang gigi seri, yang diperkirakan berumur 1,5-2 tahun. Gigi seri yang telah berganti, tampak jelas berbeda karena ukurannya sangat besar dibanding gigi-gigi yang lain.
  • Kecacatan fisik bisa mudah diamati dengan melihat secara teliti bagian-bagian tubuh ternak. Bagian kepala bisa diamati bentuk kepala secara keseluruhan, telinga, mata dan moncong. Bentuk kepala proporsional, tidak besar di satu sisi, mulut mengatup sempurna, telinga serasi dengan bentuk dan berukuran sama kiri dan kanan. Mata tampak jernih, tidak ada kotoran mata dan berfungsi secara visual (melihat). Mata yang bisa melihat (tidak buta) bisa diuji dengan mengarahkan tangan atau benda ke arah mata dengan agak cepat, maka mata akan berkedip. Bila tidak, maka dicurigai mata tidak berfungsi dengan baik. Secara keseluruhan bagian-bagian tubuh yang lain lengkap, utuh dan berfungsi dengan baik.
  • Kesehatan ternak secara mudah bisa dilakukan dengan mengamati beberapa hal berikut. Ternak sehat akan bereaksi atau merespon terhadap adanya stimulasi. Bila didekati ternak akan bereaksi dengan berpindah atau bergerak, bila dalam keadaan rebah akan berdiri. Bila ternak sama sekali tidak merespon adanya stimulasi, dan tampak lesu bahkan tidak merespon atau bereaksi bila diberi rangsangan yang jelas (misalnya, memegang atau memukul pantatnya) kita curiga ternak tersebut sakit. Ternak sehat akan bernafas dengan ringan dan tidak tampak ada tanda-tanda kesulitan bernafas, terengah-engah atau tampak leher terjulur dan bahkan dengan mulut terbuka. Ternak berdiri sempurna, tidak pincang, tidak tampak adanya bengkak atau salah satu kaki diangkat atau ditekuk. Bagian-bagian tubuh tidak ada yang bengkak, luka atau berkeropeng. Bagian pantat dan ekor bersih, tidak tampak bekas kotoran yang menempel. Bila daerah tersebut tampak kotor, ada kemungkinan ternak mengalami diare dan kotoran melekat pada bagian tubuh tersebut dan mengering.
  • Kualitas kesehatan juga bisa dilihat dengan tampilan tubuhnya. Ternak qurban yang dijual umumnya cukup gemuk. Ternak yang tidak berambut (berbulu) panjang dapat dengan mudah diamati, untuk menilai tingkat kegemukannya. Penilaian bisa dilakukan hanya dengan melihat bagian-bagian tubuhnya. Sedangkan ternak yang memiliki rambut (bulu) panjang agak sulit menilai secara visual, dan harus dilakukan perabaan dengan memegang bagian-bagian tubuh tertentu untuk menaili kualitas kegemukannya. Pada sapi pengamatan bisa dilakukan pada panggul, pangkal ekor dan pinggang. Sapi bisa diamati pada bagian pantat atas (panggul), bila bagian tersebut tampak seperti huruf V, maka sapi tersebut kurus. Penilaiannya pasti dibawah rata-rata, dan akan sinkron atau sesuai dengan pemeriksaan yang lain, yaitu tulang panggul sangat menonjol serta pangkal ekor sangat cekung dan pada pinggang tampak tulang-tulang yang menonjol. Semakin kurus ternak, tulang panggul akan semakin tampak jelas karena sama sekali tidak tertutup daging atau otot dan lemak, demikian juga pada bagian pinggang dan bagian pangkal ekor akan semakin cekung. Semakin gemuk seekor sapi, bagian panggul tampak seperti huruf U atau bahkan seperti garis lurus, dengan bagian pangkal ekor sangat penuh dan pinggang penuh tertutup daging sehingga tidak tampak tulang-tulang yang menonjol. Sedangkan menilai kegemukan pada ternak yang berambut (berbulu) panjang , misalnya kambing atau domba, agak sulit karena bagian-bagian tubuh yang harus dinilai penuh tertutup rambut atau bulu. Oleh sebab itu dalam penentuan kegemukannya harus dipastikan dengan meraba bagian-bagian tersebut di atas, panggul dan pinggang. Bila daerah tersebut diraba, ditekan kemudian terasa adanya tulang-tulang belakang atau panggul maka ternak dikatakan cukup gemuk. Namun bila bagian-bagian tersebut dipegang, diraba tanpa harus dtekan mudah terasa adanya tulang maka ternak tersebut kurus. Semakin gemuk ternak, maka sulit merasakan tulang pada perabaaan daerah-daerah tersebut karena tertutup cukup banyak otot atau daging dan lemak.

Demikian sedikit uraian tips yang cukup mudah untuk memilih dan memilah ternak untuk dipilih dan dibeli sebagai ternak atau hewan qurban.

Entry filed under: penyakit, ternak. Tags: , .

Tips Aman dan Nyaman Mudik Bareng Hewan Kesayangan Selamat Hari Raya Idul Adha 1436 H

1 Komentar Add your own

  • 1. Rifai  |  Agustus 16, 2016 pukul 3:13 pm

    Mau beli hewan qurban pasti harga semakin melambung tinggi saat makin mendekati Idul Adha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kategori

Blog Stats

  • 213,081 hits

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 40 pengikut lainnya


%d blogger menyukai ini: