Turgor Kulit

April 27, 2016 at 2:06 pm Tinggalkan komentar


Turgor kulit adalah derajat elastisitas kulit. Tugor kulit diperiksa dengan cara mengangkat (mencubit) sebagian kulit kemudian melepaskannya. Kulit yang normal akan segera kembali pada posisi semula dengan cepat. Jadi pemeriksaan turgor kulit ditentukan dengan mengamati waktu yang dibutuhkan oleh kulit untuk kembali ke posisi normal setelah diregangkan atau ditekan. Metode tersebut merupakan salah satu indikator untuk menentukan tingkat hidrasi seekor hewan.

Ada beberapa hal atau faktor yang menggangu interpretasi hasil pemeriksaan turgor kulit. Tugor kulit sangat bergantung pada lemak sub kutan dan cairan interstisial.  Pemeriksaan turgor kulit untuk mengetahui adanya dehidrasi juga dipengaruhi posisi hewan (rebah atau berdiri), lokasi kulit yang diperiksa,  dan jumlah lemak subkutan.

Wellman, DiBartola dan Kohn dalam buku Fluid, Electrolyte and Acid Base Disorders in Small Animal (2012) menyatakan bahwa turgor kulit sebaiknya diperiksa pada bagian lumbar pada saat hewan berdiri. Hal ini karena elastisitas kulit bagian-bagian tubuh yang lain tidak stabil atau konsisten, terlalu longgar atau terlalu ketat.

Bila memeriksa hewan yang obesitas, hidrasi hewan tampak baik karena terdapat banyak timbunan lemak subkutan sehingga tidak tampak dehidrasi. Sebaliknya, hewan yang kurus atau tua tampak lebih dehidrasi dibanding seharusnya, karena tidak adanya lemak subkutan atau elastin.

Semakin sedikit cairan di dalam ruang interstisial, membuat kulit makin tidak elastis dan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk kembali pada posisi semula pada pemeriksaan tugor.

Dan yang lebih penting dari itu, turgor kulit tidak menentukan keparahan atau derajat dehidrasi. Turgor kulit hanya satu bagian kecil saja indikator untuk menentukan derajat dehidrasi seekor hewan.

Oleh karenanya, perlu kehati-hatian dalam melakukan pemeriksaan turgor kulit dan menginterpretasikannya terutama untuk menentukan hidrasi seekor hewan.

Entry filed under: hewan kesayangan, penyakit. Tags: .

Marmut bukan hewan pengerat Pakan Kucing Beraroma Ikan Menyebabkan Hipertiroid

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kategori

Blog Stats

  • 213,259 hits

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 40 pengikut lainnya


%d blogger menyukai ini: