Ringworm, Penyakit Zoonosis Anjing Kucing Yang Dipandang Sebelah Mata

Mei 30, 2016 at 9:29 pm Tinggalkan komentar


Penyakit zoonosis adalah penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia atau sebaliknya, dari manusia ke hewan. Kita mungkin sudah sangat mengenal beberapa penyakit zoonosis. Rabies dan toksoplasma saya yakin menduduki peringkat tertinggi dalam benak kita bila terkait dengan penyakit zoonosis yang ditularkan dari hewan kesayangan, anjing dan kucing.

Bisa jadi benar bila kedua penyakit tersebut sangat kuat dalam ingatan masyarakat, karena bersifat fatal atau berdampak pada kecacatan serta banyak diulas dalam berbagai media informasi.  Namun sebetulnya, ada banyak penyakit zoonosis lain yang lebih mudah dan sangat sering menyerang manusia, salah satunya adalah ringworm. Orang lebih takut terhadap rabies dan toksoplasma, namun sebetulnya lebih berisiko tertular ringworm.Bisa jadi, orang sama sekali tidak menyangka bahwa ringworm dapat menular pada manusia.

ringworm anjing2

ringworm pada kaki anjing. gejala jelas, kebotakan melingkar

Dinamakan ringworm, berdasarkan gejala klasik yang tampak yaitu lesi yang melingkar (seperti cincin), disertai bintik bintik memerah. Biasanya diikuti kebotakan (alopecia) yang berbentuk bulat, disertai rasa gatal. Penamaan ringworm sebetulnya tidak terlalu tepat, karena penyakit ini bukan disebabkan oleh worm atau cacing, dan lesi atau gejala yang timbul tidak selalu berbentuk bulat seperti cincin.

ringworm anjing1

ringworm pada anjing, gejala cukup jelas pada daerah dada dan kaki depan

Ringworm adalah penyakit yang disebabkan oleh fungi atau jamur dalam istilah awam. Pada anjing atau kucing biasanya disebabkan Microsporum canis. Selain itu bisa juga disebabkan oleh fungi yang bernama Trichophyton mentagrophyte. Kedua penyebab tersebut juga dapat menyerang manusia. Penyakit ini hidup dan berkembang pada darah yang banyak mengandung keratin sebagai sumber hidupnya seperti pada kulit, rambut ataupun kuku atau cakar.

ringworm kucing1

ringworm pada kucing, gejala tidak tampak karena tertutup rambut

Kucing penderita ringworm, terutama yang berambut panjang biasanya sulit dideteksi dan bertindak sebagai asymptomatic carrier, artinya hewan tersebut tidak menampakkan gejala, namun tetap menyebarkan spora fungi pada lingkungan yang dapat menginfeksi hewan lain maupun manusia. Lesi yang sering ditemukan pada kucing adalah berupa lesi mirip serbuk atau abu rokok pada bagian dasar rambut. Kadang juga nampak kebotakan rambut disertai penebalan kulit. Kebotakan bisa terjadi bila spora fungi menyerang rambut sehingga rambut mudah patah. Pada kucing, lesi banyak dijumpai pada kulit daerah kepala, leher, dada, kaki depan dan punggung. Lesi ini biasanya tidak disertai dengan kegatalan.

ringworm kucing2

ringworm pada kucing, gejala tidak terlalu jelas

Bila infeksi terjadi pada kuku atau cakar disebut onychomycosis. Kuku menjadi kasar, berbintik-bintik, bergelombang dan bersisik.

Hewan dapat menderita ringworm dalam waktu yang cukup lama. Dengan terapi yang intensif, penderita masih bisa menularkan pada hewan maupun manusia dalam waktu 3 minggu. Ringworm juga masih tumbuh dalam media meski telah dilakukan terapi beberapa minggu. Penyakit akan kambuh lagi bila terapi tidak dilakukan secara tuntas, atau dihentikan sebelum waktunya atau menderita penyakit-penyakit yang menekan sistem kekebalan.

ringworm lengan

ringworm pada lengan manusia. tampak tanda kemerahan yang melingkar

Penularan ringworm umumnya dari kontak langsung dengan hewan penderita. Penularan juga bisa secara tidak langsung melalui alat atau bahan yang tercemar fungi akibat berkontak dengan rambut atau kulit hewan penderita. Pemilik biasanya suka mengelus, memeluk bahkan menggendong hewan kesayangannya. Penderita yang paling berisiko tentunya adalah pemilik hewan kesayangan tersebut. Anak-anak dan orang tua lebih berisiko tertular ringworm, karena kekebalan tubuhnya lemah atau kulitnya peka.

ringworm wajah

ringworm pada wajah

Entry filed under: hewan kesayangan, penyakit, zoonosis. Tags: .

Kebiri Dini Terbukti Meningkatkan Risiko Gangguan Sendi Pada Anjing Herder Harambe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kategori

Blog Stats

  • 213,259 hits

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 40 pengikut lainnya


%d blogger menyukai ini: