Toksokariasis, serangan tersembunyi dari hewan kesayangan

Juni 4, 2016 at 9:20 pm Tinggalkan komentar


Banyak penyakit zoonosis pada hewan kesayangan yang tidak mendapat perhatian dengan seharusnya. Momok yang paling menakutkan dari hewan kesayangan, dalam benak pemilik atau orang secara umum adalah rabies dan toksoplasma. Namun pernahkah berpikir bahwa ada serangan yang lebih intens dari hewan kesayangan yang tidak kita perhatian dengan baik, salah satunya adalah toksokariasis.

Toksokariasis adalah penyakit akibat serangan atau infestasi cacing Toxocara sp. Toxocara yang menyerang hewan kesayangan antara lain Toxocara canis yang biasa menyerang anjing dan Toxocara cati yang umumnya menyerang kucing. Selain itu Toxocara leonina dapat menyerang anjing maupun kucing.

Manusia dapat menderita toksokariasis bila anjing atau kucing menderita toksokariasis, dengan prevalensi yang bervariasi. Manusia bisa tertular melalui telur infektif yang tertelan dari tanah yang terkontaminasi, mengingetsi larva yang berada dalam jaringan (daging) pada hospes antara misal hati sapi, daging ayam atau bebek, atau mengingesti sayur atau buah yang tidak dicuci dengan baik. Kontak langsung dengan anjing atau kucing tidak memungkinkan terjadinya penularan, karena telur membutuhkan waktu yang cukup lama menjadi telur infekstif.

Taman,  tempat bermain, kebun menjadi daerah yang sangat berpotensi menjadi sumber penularan, terutama bila di sekitar tempat tersebut banyak kucing-kucing liar. Tingkat kontaminasi pada daerah tersebut bisa mencapai 55%, hal ini karena telur cacing yang infektif dapat bertahan cukup lama pada kondisi yang mendukung sehingga secara akumulasi sangat berisiko menularkan pada hewan  lain atau manusia.

Pada manusia diketahui terdapat dua sindroma serangan toksokariasis yaitu:

  • Visceral larva migrans (VLM) disebabkan oleh larva  cacing yang bermigrasi pada oragan dalam dan menyebabkan reaksi radang. Umumnya bersifat asimptomatis atau tidak ada gejala yang tampak. Gejala yang tampak bervariasi dari ringan hingga berat dan fatal. Gejala yang menyertai anoreksia, penurunan berat badan, pneumonia, demam, batuk, bronkhospamus, nyeri abdomen, sakit kepala, kadang terjadi kejang. Sindroma ini lebih banyak terjadi pada anak-anak.
  • Ocular larva migrans (OLM) terjadi bila larva bermigrasi pada bagian posterior mata, yang lebh banyak terjadi pada anak-anak. Infeksi biasanya unilateral. Penderita mengalami penurunan fungsi penglihatan, mata kemerahan, leukokoria (pupil memutih). Granuloma dan chorioretinitis dapat terjadi pada retina.

Serokonversi lebih banyak dibanding penyakit yang terjadi, karena penyakit ini tidak menimbulkan gejala yang khas. Seroprevelansi toksokariasi sangat bervariasi 2-85%, namun sangat tinggi pada daerah pedesaan, tingkat kebersihan yang rendah, di daerah tropis. Seroprevalensi meningkat dengan bertambahnya usia. Laki-laki lebih berisiko dibanding perempuan, kemungkinan karena lebih banyak aktifitas laki-laki di luar rumah (Ezpinoza et al, 2008).

Pencegahan dan pengobatan bisa dilakukan, namun melakukan eradikasi infeksi Toxocara sangat sulit karena siklus hidup yang sangat kompleks dan sumber penularan bisa terdapat di berbagai tempat. Melakukan dekontaminasi lingkungan sangat sulit bahkan tidak mungkin dilakukan.

Pencegahan dilakukan dengan melakukan deworming pada anjing atau kucing peliharaan. Pemeriksaan rutin kucing pada dokter hewan terhadap toksokariasis dengan melakukan pemeriksaan feses sangat penting dilakukan. Menyediakan kotak pasir pada kucing sangat membantu mencegah kucing defekasi di berbagai tempat yang berisiko menjadi sumber penularan yang tidak kita ketahui. Mencegah kucing berkeliaran atau berburu, untuk mencegah kucing tekontaminasi kotoran yang mengandung larva dan menelan larva dari hewan buruan.

Selain itu tentu saja, pola hidup yang sehat. Cuci tangan sebelum makan. Cuci dan masak dengan baik makanan kita, agar tidak ada kontaminan yang dapat menginfeksi dan menyebabkan penyakit.

Entry filed under: hewan kesayangan, zoonosis. Tags: .

Harambe Enterokokosis, bom waktu pada hewan kesayangan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kategori

Blog Stats

  • 213,081 hits

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 40 pengikut lainnya


%d blogger menyukai ini: